Kemarin bagikan waktu paling terkutuk yang pernah Permata alami. Tidak ada kejadian satu pun luput dari ingatan, terutama ketika perbuatan sang ayah yang hampir merenggut kesuciannya. Ingat kembali tentang hal itu membuat tubuh Permata gemetar hebat. Ia meremas selimut kuat sembari memandang langit-langit ruang inap. Kejadian-kejadian tak menyenangkan harus menubruk memori dalam kepala. Sungguh tidak bisa dibayangkan bagaimana seorang ayah bisa bertindak kurang ajar pada anak kandungnya sendiri. Permata tahu jika Dimas memang tidak begitu menyayanginya. Terkadang ia tidak dibiayai dan mengandalkan uang pemberian sang ibu. Mentari harus banting tulang sendiri guna membiayai sekolahnya. Namun, ternyata orang yang benar-benar menyayanginya dengan tulus harus pergi begitu saja. Permata te

