Lucas yang ketakutan, berusaha untuk tenang. “Tuan Cavendish, bagaimana Anda bisa ada di sini?” tanyanya dengan suara lirih namun penuh keterkejutan. Vincent berdiri dengan tubuh tegak dan mata tajam menusuk. Nafasnya memburu menahan emosi. “Pacarku pulang ke rumah ini. Mana mungkin aku bisa tenang, Tuan Alexander?” jawabnya dingin, namun penuh amarah. Monica yang berdiri tak jauh dari mereka memucat. Matanya membelalak mendengar kata "pacar" keluar dari mulut Vincent. “Pa-pacar?” gumamnya, kini rasa cemasnya makin menjadi. Ia menoleh panik ke arah Molly, yang berdiri terdiam dengan wajah pucat. Hati Monica berdegup kencang. Sejak kapan mereka bertemu? Dan kenapa bisa bersama? batinnya berkecamuk. Vincent berjalan perlahan ke tengah ruangan, seolah mengambil alih seluruh atmosfer r

