Tidak lama kemudian, Vincent menggandeng tangan Molly dan membawanya meninggalkan mansion keluarga Alexander. Angin malam menerpa wajah mereka saat melangkah ke dalam mobil hitam yang telah menunggu di depan gerbang. Suasana di dalam kendaraan sunyi, hanya suara mesin yang mengisi ruang, hingga akhirnya Vincent memecah keheningan. “Setelah melihat perlakuan mereka, apa kau masih ingin menganggap mereka sebagai keluargamu?” tanya Vincent sambil menatap ke arah Molly yang duduk di sampingnya. Suaranya datar, namun mengandung nada prihatin. Molly menghela napas panjang, menatap kosong ke luar jendela. Kilatan luka dan kecewa masih tergambar jelas di matanya. “Tidak ingin lagi!” jawabnya dengan tegas. “Walau aku tidak tahu apa sebabnya, mereka tega mengorbankan aku. Tapi sikap mereka... tid

