"Vincent, aku kembali untuk menebus kesalahanku, aku sudah sukses dan terkenal," ucap Mona dengan percaya diri. "Kalau kita bersama sangat serasi, bukan? Siapa yang tidak mengenal CEO sukses seperti dirimu? Wanita yang bersanding denganmu… harus wanita yang berkarier." Ia tersenyum tipis, menyentuh lengan jas pria itu. "Lantas untuk apa kamu keberatan tentang masa lalu?" Vincent menatapnya tajam, menghindari sentuhan halus Mona. Suaranya dingin, namun tegas, "Mona, dalam suatu hubungan harus jujur. Bukan dengan beberapa kata, maka semua yang pernah terjadi bisa dilupakan begitu saja." Mona tersenyum simpul, seolah tak terpengaruh oleh penolakan itu. "Aku yakin kamu masih mencintaiku, kan?" tanyanya lembut, mencoba membaca keraguan di mata Vincent. Namun Vincent menghela napas dalam, lal

