Pembalasan Molly

1140 Words

“Molly, untuk apa lagi kau keberatan dengan tawaranku?” ucap Jacky sambil melangkah pelan mendekatinya, senyum sinis menghiasi wajahnya. “Dirimu yang sekarang bukan lagi nona besar, dan jelas bukan gadis perawan. Selain menjadi simpananku, kau mana mungkin layak menjadi istriku? Semua orang tahu keluarga besar Wilden adalah keluarga terpandang.” Nada suaranya penuh keangkuhan, seolah menertawakan kehancuran hati Molly. Molly menatapnya tak percaya, bibirnya bergetar menahan amarah yang siap meledak. “Kau… kau telah berubah,” ucapnya lirih. Tapi kalimat itu terdengar seperti pengakuan dari rasa kecewa yang paling dalam. Jacky terkekeh pelan. “Ini adalah diriku yang sebenarnya, Molly. Kau tak pernah benar-benar memahamiku. Selama beberapa tahun kita bersama, apa yang aku dapatkan? Kau ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD