Mona melangkah perlahan masuk ke dalam sebuah kafe yang tidak terlalu ramai. Aroma kopi dan suara musik jazz mengalun pelan menyambutnya. Ia melihat ke arah pojok ruangan, tempat seorang pria tampak duduk sendirian dengan pandangan kosong menatap jendela—Jacky. Wajah pria itu masih sama seperti terakhir kali ia lihat di majalah bisnis, namun kini ada gurat kelelahan dan kekecewaan yang tak bisa disembunyikan. Jacky mengangkat kepalanya saat mendengar langkah kaki mendekat. Matanya langsung membelalak begitu melihat sosok wanita di hadapannya. Jantungnya berdetak lebih cepat. Untuk sesaat, ia tak bisa membedakan kenyataan dari kenangan. Jacky terdiam menatap wanita itu, seolah waktu berhenti berputar. Wajah itu... senyuman itu... Sama persis seperti Molly. “Kau adalah...?” tanya Jacky

