bagian 7

744 Words
Malam hari yang sejuk, Tia sedang duduk di balkon kamar sambil memandangi sinar bulan dan bintang di langit, malam ini sangat cerah sehingga tidak ada yang menghalangi pandangan Tia saat menatap cahaya bintang yang berkelap-kelip. 'Bunda, bunda sedang apa di sana? Tia di sini lagi liatin langit, tapi Tia sendiri, kalau bunda masih ada pasti bunda bakal temani Tia kan?' ujar Tia membatin. Saat Tia melihat Attar dan melinda tadi dia jadi ingat pada bunda nya, dia bisa melihat kasih sayang dimata melinda saat melihat Attar walau sang anak telah membuat nya marah. Dan Tia tidak pernah merasakan itu semua. 'Bunda, Tia kangen banget sama bunda, Tia pengen ngeliat bunda Tia juga pengen dipeluk sama bunda. Kenapa bunda tinggalin Tia? Walau Tia punya ibu ana, tapi tia gak pernah dapet kasih sayang seorang ibu, bahkan sekarang ayah tega ngejual Tia. Kalau bunda disini Tia pasti gak akan ngalamin ini semua. Tia pengen ketemu sama bunda' batin Tia, dia ingin sekali bertemu sama bunda nya, Bahkan Tia tidak tau seperti apa wajah sang ibu. Suara pintu terbuka mengalihkan atensi Tia, dia menengok kearah pintu kamar dan melihat Attar masuk kedalam kamar. "Tutup pintu nya Tia, kau tak merasa dingin?" tanya Attar, menyuruh Tia menutup pintu balkon. "Iya" jawab Tia, dan langsung melaksanakan perintah Attar. "Apa mami sudah pulang?" tanya Tia, menanyakan melinda. "Sudah" jawab Attar, sambil berjalan menuju kamar mandi. "Apa tadi, kau memanggil mami ku mami?" Attar baru ngeh dengan panggilan dari istrinya untuk sang ibu "Eh iya tuan, beliau yang menyuruh saya" jawab Tia, dia takut Attar marah saat Tia memanggil melinda dengan sebutan mami. "Oh" jawab Attar cuek. Tia melongo mendengar jawaban itu, kenapa Attar hanya menjawab -oh. Tapi Tia hanya bisa bersabar menghadapinya. °°°°°°°°°°°° Jam sudah menunjuk kan pukul 9 malam dan Tia sudah bersiap akan tidur. Tia mengambil bantal nya dan berbaring di atas lantai dialasi karpet bulu. "Apa kamu tidak dingin Tia" tanya Attar tiba-tiba, tanpa mengalihkan perhatian dari laptop di pangkuan nya. "Tidak tuan" kan Attar yang menyuruh nya tidur dilantai tak mungkin jika Tia naik kekasur seperti malam sebelumnya "Oh, kukira kau dingin, aku tadi ingin mengajak mu tidur di kasur ini dengan ku" ucap Attar. Tia yang mendengar itu mendongak tidak pernah Attar berbicara sepanjang ini dengan nya. "Hm, tidak usah tuan, saya tidur disini saja" jawab Tia sambil tersenyum. Entah mengapa mendengar jawaban Tia, Attar merasakan sakit di hati nya. Apakah dia marah Tia menolak tidur bersama dengannya? Tapi kan ini semua dia yang mulai, dia yang tidak mau berbagi ranjang dengan Tia. "Ya sudah kalau begitu" jawab Attar acuh, menahan sakit di hati nya. Tia langsung bersiap untuk tidur dan menarik selimut nya. Melihat Tia yang sudah tidur Attar berdecak "ck, dasar gadis bodoh, disuruh tidur di kasur memilih tidur dilantai" decaknya malas. °°°°°°°°°°° Matahari pagi menyinari bumi, disebuah kamar terdapat dua insan masih tertidur dengan nyenyak. Tak lama sepasang mata mulai terbuka, karena terganggu oleh sinar matahari yang masuk melalui celah-celah gorden. Setelah dirasa nyawanya sudah berkumpul, Tia langsung duduk dari karpet tempat nya tidur. Tia berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka sekaligus mandi. 15 menit, Tia sudah keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaian nya, dia berjalan menuju Attar yang saat ini masih tidur. "Tuan" panggil Tia sambil menggoyangkan lengan Attar. "Tuan, sudah pagi" ucap Tia lagi. Karena tidak ada pergerakan sama sekali dari Attar, Tia menggoyangkan lengan nya lebih kuat lagi "tuan Attar, bangun hari sudah pagi" usaha Tia membuahkan hasil attar berhasil terbangun dari tidurnya. Attar terganggu dengan goncangan ditubuhnya oleh Tia "Ada apa?" tanya Attar serak khas bangun tidur. "Sudah pagi tuan" jawab Tia. "Jam berapa?" tanya Attar lagi. "Sudah setengah tujuh" "Ha, kenapa kau baru membangun kan ku?" Paniknya sebab jam setengah delapan dia ada meeting, dan dia baru bangun jam setengah tujuh. Dengan cepat attar beranjak ke kamar mandi untuk mandi, tak sampai lima menit attar sudah selesai dengan ritual mandi nya. "Mana baju ku?" tanya attar. "Ini tuan" jawab Tia. Setelah attar selesai memakai pakaian, mereka segera turun untuk sarapan pagi. Dimeja makan hanya terjadi keheningan, attar sarapan dengan cepat karena takut telat menghadiri meeting, walau pun dia bos tapi dia harus memberikan contoh yang baik kepada para karyawan nya. "Sudah, aku berangkat dulu" ucap attar pada Tia. "Iya tuan, hati-hati" jawab Tia. °°°°°°°°°°°
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD