Pagi hari yang cerah, sepasang pengantin baru masih tidur, meski cahaya matahari sudah masuk melalui jendela kamar, Tapi seperti nya tidak mengganggu mereka sama sekali.
Tak lama, sepasang mata perlahan terbuka, dan dia dapat melihat sang istri masih nyaman dengan tidur nya.
Tangan nya tanpa sadar terangkat untuk menyentuh pipi sang istri, dengan senyum tipis yang sangat jarang dia perlihatkan.
Attar sama sekali tidak dapat mengontrol dirinya jika berdekatan dengan istrinya tia, apa kah benar dia sudah mencintai istri nya ini?.
Semalam attar tak tega melihat Tia tidur di atas sofa, sehingga dia berinisiatif untuk memindahkan kan sang istri ke kasur samping dirinya.
Attar langsung menurun kan tangan nya dan menutup mata, untuk berpura-pura tidur saat dia melihat pergerakan dari kelopak mata Tia.
Tia membuka mata nya, dan kaget kenapa dia bisa ada di kasur ini? Seingatnya dia semalam tidur di atas sofa, Apakah Attar yang memindahkan nya? Pikir Tia.
Tia dengan cepat turun dari kasur dan bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
Saat dia sudah kembali, Attar ternyata sudah bangun dan duduk bersandar di kasur, dengan tatapan tajam nya melihat Tia.
Tia yang ditatap seperti itu jadi takut, dan ingin cepat-cepat keluar dari ruangan ini.
Attar bangun dari duduk nya dan berjalan menuju kamar mandi, karena dia hari ini akan bekerja di kantor.
°°°°°°°°°°°
Dimeja makan hanya terjadi keheningan, kedua nya hanya asik dengan makanan nya masing-masing.
Setelah selesai makan, Attar langsung saja berdiri dan pergi menemui Alan untuk langsung berangkat kekantor.
Sedangkan Tia dia tidak tau apa yang akan dia lakukan sekarang. Di rumah ini dia tidak mengenal siapa pun kecuali si ina.
Tia berjalan menuju pintu utama, berniat berkeliling untuk melihat-lihat rumah mewah ini.
Tia sampai di halaman rumah, dan dia sangat takjub melihat apa yang ada didepan matanya.
Halaman yang luas dan sangat terawat, dengan air mancur menambah ke indahan halaman ini.
Tia melihat ada ayunan di dekat sebuah pohon, dia langsung saja bergegas ke arah ayunan.
Setalah duduk dengan nyaman Tia terfikir, apakah Attar tinggal sendiri di rumah ini?. Dari semalam dia tidak melihat orang lain rumah ini, kecuali para pelayan.
Melihat rumah yang sebesar ini rasanya tak mungkin jika hanya dihuni oleh satu tuan rumah saja.
Lalu kemana orang tua Attar? Kemana keluarga suami nya, apakah suaminya tidak memiliki keluarga?.
°°°°°°°°°°°
Sore hari ini jalanan sangat macet, sehingga orang-orang merasa sangat bosan.
Salah satu orang yang terjebak macet itu adalah Attar, dia sudah sangat kesal melihat jalanan yang sangat padat ini.
Dia ingin segera pulang untuk bertemu istri kecil nya. Dia rindu dengan istri lucunya itu, yang selalu menunduk saat melihat saat berhadapan langsung dengannya. Dan attar sangat menyukai itu.
Sepertinya Attar sudah mencintai istri kecilnya dari pertama kali bersua.
°°°°°°°°°°
Setelah sekian lama menunggu, Attar sudah berada di rumah nya sekarang.
Dia langsung berjalan menuju kamar untuk melihat sang istri, yang seharian ini dia rindukan.
Saat membuka pintu kamar Attar tak melihat adanya Tia, tapi dia mendengar suara air dari kamar mandi, seperti nya Tia sedang mandi.
Attar membuka jas nya dan duduk di tepi kasur menunggu Tia selesai, dia juga ingin mandi karena sudah beraktivitas seharian hari ini.
°°°°°°°°°°°