JODOH MASA KECIL

1816 Words

Pagi menjelang. Innaya sudah menyiapkan sarapan di meja seperti biasa, tak ada lagi kepanikan yang terjadi. Bahkan para pelayan sudah tau apa yang mereka kerjakan. Bau harum masakan tercium kemana-mana. Semua menahan liur mereka, memang masakan Innaya tak ada duanya. Koki masih menyiapkan sarapan untuk keluarga kerajaan. “Wah ... apa kerjaan seorang ratu seperti ini?” sindir Dukes Emma lalu duduk dengan anggun di kursi milik sang ratu. Brigitta datang bersama Hovert. Keduanya menekuk kaki ketika berhadapan dengan Innaya. Emma tak peduli, bahkan Johan datang langsung duduk dan hanya menyapa hormat pada raja dan ratu. Hovert tak menyukai cara tamunya itu. “Apa selama kau diluar, lupa cara menyambut raja Dukes Johan?” sindirnya. Duke Johan pucat, putrinya dukes Emma juga langsung menghen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD