Aindra berkali-kali meraba bibirnya. Tadi malam adalah hal yang paling mendebarkan bagi dirinya. Ciuman Felicia membuat Sailendra menjadi sosok yang berbeda. Pemuda itu kini lebih melindungi gadis itu, sangat protektif dan tak suka jika ada pria lain yang mendekati atau berdekatan dengan sang gadis. “Kamu kenapa sih?’ tanya gadis itu ketika salah satu teman pria sang nona muda duduk dekat dengannya. Aindra memang meminta sang pria duduk sedikit menjauh dari nona mudanya. Felicia kesal bukan main. Namun, Aindra tak peduli. Ia harus meyakinkan jika sang gadis tak dilukai oleh orang lain terutama pria. “Maaf nona, saya hanya menjalankan perintah agar lebih menjaga anda,” sahutnya tenang. Felicia berdecak kesal. Ia memang sangat mengetahui jika ayahnya begitu posesif. Handoko memang memanj

