Pagi menjelang. Innaya sudah siap dengan baju rumahan, ia belum terbiasa hidup sebagai ratu. Wanita itu malah menuju dapur bersih dan membuat sarapan sehat. Semua pelayan dan koki panik melihat ratu mereka berkutat di dapur, bahkan mahir memegang pisau. “Yang Mulia!” seru koki. Innaya terkejut dan nyaris memotong jarinya dengan pisau. Ia melotot pada sang pria yang memakai seragam koki. Pria itu bersimpuh dan memohon maaf. Melihat sepuluh orang bersimpuh. Hovert mendekatinya karena penasaran. “Yang mulia Ratu. Apa yang kau lakukan di dapur pagi-pagi begini?’ tanya sri baginda. Innaya baru tersadar jika tinggal di istana. Senyum khas dan rasa bersalah langsung tercetak di wajah cantiknya. Semua menatapnya tertegun. Wanita itu hanya mengenakan baju rumahan. Kaos oblong dan celana selutu

