Teman sekolah

2008 Words

Jonathan melihat Diva yang tengah berdiri di balkon kamarnya. Ia lalu melangkah mendekati istri tercintanya itu, memeluknya dari belakang. Mengecup bahunya dengan lembut. Diva menyentuh tangan Jonathan yang berada di perutnya. “Apa yang sedang kamu pikirkan?” tanya Jonathan penasaran. “Jo, apa gak sebaiknya kita membantu Dava untuk ketemu sama Naura? Aku yakin, Kak Dina pasti akan mengizinkannya.” Jonathan mengeratkan pelukannya, “terserah kamu, Sayang. Aku gak akan melarang kamu untuk membantu Dava. Tapi, aku gak suka kamu menemui Dava di belakang aku.” Diva membalikkan tubuhnya, “astaga! Kamu masih cemburu aja sih. Padahal sekarang aku lagi mengandung anak kamu lho? Apa kamu pikir aku akan mengkhianati kamu gitu?” Jonathan menggenggam tangan Diva lalu mengecupnya, “aku hanya takut,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD