Bab 25

1147 Words

Mendadak kepala Joan jadi pusing mendengar kata-kata Arlo dan Niko. Mereka masih saling menyerang lewat ucapan selain tatapan. Dia harus tetap bersikap netral, dan tidak berpihak pada salah satu dari mereka. “Jo, sudah jam 9.00 malam. Besok kamu kerja ‘kan,” ucap Arlo setelah melihat jam mewah di pergelangan tangannya. Secara tidak langsung, dia ingin mengusir Niko secara halus. “Waktu cepat berlalu ternyata. Sudah waktunya kamu istirahat, Jo. Aku pulang dulu,” pamit Niko yang sadar kalau Arlo ingin dia segera pergi. Hari memang sudah malam, sudah masuk waktu untuk beristirahat. Karena tak punya alasan yang penting, Niko memilih mengalah dan memutuskan pulang. Joan mengangguk. “Iya, Kak. Jangan lupa makanannya dibawa.” Dia mengingatkan Niko yang ditanggapi pria itu dengan anggukan. “K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD