Bab 26

1345 Words

Arlo sadar kalau Joan sedang kesal padanya gara-gara dia terus menyudutkan Niko. Mana ada pria yang memuji rivalnya sendiri, pasti dia akan menjatuhkan. Begitu juga dengan Arlo yang sejak tadi merendahkan Niko. Dia tidak akan membujuk Joan karena pasti tidak akan mempan. Arlo harus menunggu esok hari sampai emosi gadis itu mereda. Pria itu sudah belajar dari beberapa kejadian yang telah berlalu. Setelah mengambil gawai yang tadi sengaja ditinggal di sana, Arlo pun berpamitan pada Joan. “Aku pulang dulu, Jo. Sampai ketemu besok.” Joan mengangguk. “Hati-hati di jalan, Kak,” sahutnya. “Siap, Tuan Putri. Hamba akan melakukan seperti yang Tuan Putri perintahkan.” Arlo menggerakkan tangan di depan kepalanya yang menunduk. Seperti seorang bangsawan pria di film-film lama kerajaan Eropa. Geraka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD