Bab 48

1233 Words

Joan sedang mengoleskan krim malam saat Arlo keluar dari kamar mandi. Dia melihat pria itu dari cermin di meja riasnya. “Jo, handuknya aku taruh mana?” tanya Arlo yang kini sudah mengenakan kaos tanpa lengan dan celana tidur yang panjangnya di atas lutut. “Di balkon saja, Kak. Itu rambut Kak Arlo masih basah. Nanti pusing kalau tidur. Sini aku keringin pakai hair dryer,” sahut Joan. “Jangan pakai hair dryer. Pakai handuk saja. Lagian aku belum mau tidur. Bram tadi bilang ada email yang harus aku cek,” timpal Arlo. “Ya udah duduk sini. Aku keringin rambut Kak Arlo biar enggak terlalu basah.” Joan bangkit dari kursi riasnya. Meminta Arlo yang ganti duduk di sana. Pria tampan itu pun menurut. Namun, dia tidak duduk menghadap cermin, malah menghadap Joan. Memandangi wajah sang kekasih yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD