28

1113 Words

Tidur nyenyakku terganggu kembali dimana aku merasakan gerakan miliknya memasuki aku dengan sangat pelan namun keras, aku membuka mata dimana Wijaya bermain di bukit kembarku sambil menggerakkan miliknya. Kadang aku berpikir bagaimana bisa pria tua ini mempunyai tenaga yang dapat membuatku menyerah suatu ketika "Ahhh" erangku "ehhh" Wijaya sedang menggerakkan miliknya di dalam "sayang jam berapa ini?" tanyaku sambil mengimbangi gerakan Wijaya "Jam 1 pagi" jawab Wijaya meremas bukit kembarku "maafkan mengganggu tidurmu" Gerakan Wijaya semakin cepat membuatku mendesah keras, Wijaya memainkan kedua bukit kembarku membuatku mengikuti gerakan yang dilakukan Wijaya terkadang dihisapnya bukit kembarku membuatku hanya bisa meremas rambut Wijaya bahkan mendesah dengan keras sambil mengimbangi ge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD