Pagi ini aku dan Kadek sibuk di dapur memasakkan makanan untuk menyambut kedatangan Tari, aku tahu permasalahan yang Tari alami tapi biarkan cerita sendiri pada ayahnya karena aku tidak berhak masuk kedalam kehidupan mereka dan itu karena kami belum menikah atau memiliki hubungan dalam ikatan suci “Mbak Tari biasanya disini sukanya beli makanan gak pernah mau makan kalau dimasakin tapi mungkin sekarang beda karena yang masakin mbak” ucap Kadek “dulu sebelum ibu meninggal suka masak-masak gitu disini tapi semenjak meninggal kaya anti masuk kesini” aku diam mendengarkan cerita Kadek Tidak lama kemudian aku mendengar suara mobil masuk kedalam rumah dan sudah kupastikan bahwa itu adalah Tari, Wijaya sendiri sedang di ruang keluarga sambil menonton acara kesukaannya dan makan camilan kesukaan

