26

1070 Words

Aku turun kebawah dimana Tari tampak asyik berenang, di meja sudah terdapat minuman dan camilan. Tari menatapku dengan segera beranjak dari kolam berjalan kearahku dan duduk tidak jauh dariku menutup badannya dengan kimono, anak-anak Wijaya memiliki sifat yang tidak beda jauh dengannya membuatku paham bagaimana bersikap depan mereka "Papa mana?" tanya Tari "kelelahan?" aku tersenyum "mbak udah merubah papa dan kami suka atas perubahannya" sambil minum yang ada di meja "titip papa" menatapku lembut dimana tatapan yang sama seperti milik Wijaya Kami berdua berbicara banyak hal termasuk mengenai permasalahan yang ada di Kalimantan, walaupun usia Tari masih muda dan belum masuk ke perusahaan tapi selalu dilibatkan dalam mengambil keputusan. Wijaya sendiri tidak pernah menceritakan permasalah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD