Aku sudah sampai di tanah air, tentunya bersama wanita yang menggantikan Shara di hatiku. Selama di perjalanan dari bandara menuju rumah, aku berusaha menenangkan kekasihku yang gugup karena akan bertemu calon mertuanya. "Sudah jangan gugup, Mama dan Papa baik kok." Aku menenangkannya. Dia hanya mengangguk tipis lalu menyandar di bahuku. Sampai di rumah, kami disambut oleh kedua orangtuaku dengan penuh keterkejutan. Tentu saja, karena kedatanganku kali ini tidak kukabari sebelumnya. Lihat saja Mama, yang hebohnya minta ampun ketika melihat kedatanganku yang tiba-tiba. "Ya ampun anak orang pulang nggak bilang-bilang..." Dan semakin heboh saja ketika melihat gadis cantik yang kubawa. Aku mengenalkan kekasihku pada mereka. Meski awalnya mereka cukup terkejut, tapi akhirnya senang juga ka

