Kejutan

1082 Words

"Ayah..." cicit Shara yang berada di belakang Arian. Sungguh dia takut akan kemarahan Ayah. "Masuk ke kamarmu Shara!" Perintah Ayah dingin. "Tapi Yah...." "Ayah bilang masuk!" Kini perintah Ayah tak terbantahkan lagi. "Masuklah sayang..." Arian mencoba tersenyum, meskipun tidak rela harus kembali berpisah dari Shara. "Mas...." Shara pun nampaknya tidak ingin berpisah dari Arian. Arian mengelus rambutnya lembut, "Mas tidak papa." Shara melihat Ayah, mencoba membujuk hati pria yang amat dicintainya itu. "Ayah... tolong jangan pisahkan kami, Shara nggak mau jauh dari Mas Arian..." Menatap Ayah penuh harap. "Masuk Shara. Ayah yang lebih tau mana yang terbaik untukmu." "Tapi bagi Shara, tetap Mas Arian yang terbaik." Protes Shara. "Ayah tidak peduli. Sekarang masuk. Jangan sampai Ayah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD