Shara membekap mulutnya dengan kedua tangannya kala melihat foto-foto itu. Foto dirinya sedang berada di pelukan seorang laki-laki dalam keadaan polos tertutup selimut. Laki-laki itu tentu saja bukan Arian, bahkan dia sendiri pun tidak mengenalnya. Keningnya berkerut dalam, lalu melihat Arian yang juga melihatnya. Tatapan mereka saling bertaut dengan berbagai pertanyaan menghantam benak keduanya. "Mas..." panggil Shara sembari menggelengkan kepalanya. Tidak tau harus mengatakan apa, karena sekeras apapun otaknya berpikir Shara tidak mampu mengingat tentang foto ini. Foto ini begitu kontras, sama sekali bukan editan. Sekarang Shara mengerti, ternyata inilah alasan kenapa suaminya begitu membencinya. Karena foto sialan ini kehidupan rumah tangganya hampir di ambang kehancuran. Shara masih

