Cukup

1148 Words

Shara mengeratkan tangannya mencengkeram selimut tebal yang menyelimuti tubuh polosnya. Air matanya tiada hentinya mengalir sejak tadi. Hati maupun batinnya sakit. Shara merasakan bahunya yang telanjang menempel pada dada bidang yang terasa lembab. Juga deru nafas hangat terasa menerpa kulit mulusnya. "Maafkan aku sayang...maafkan aku..." Ucap Arian penuh penyesalan. Berkali-kali pria itu mengecup pundak istrinya dengan penuh perasaan. Rasa yang meluap-luap yang muncul saat dirinya menggagahi istrinya untuk yang pertama kali akhirnya pecah dalam penyatuan tubuh mereka. Penyesalan yang amat mendalam kini bersarang dalam diri pria bodoh itu. Siang itu, di sebuah hotel mewah, tempat dimana saksi bisu Arian mengetahui jawaban keraguannya selama ini. Dimana Arian telah menyadari bahwa terny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD