Menyaksikan sosok Risa yang tengah menyeringai disertai pisau berlumuran darah yang dia acungkan ke arah kami, tentu membuat kami para wanita berteriak ketakutan. Berbeda dengan Flinn dan Roy yang tampak tenang. Sedangkan Rony dan Randi terlihat ketakutan menyaksikan sosok kakak mereka bersimbah darah dan sudah tak bernyawa. “R-Risa, kau psikopat. Kenapa kau membunuh kakak-kakakmu?” Randi yang mengatakannya, terlihat dia tidak mempercayai kejadian mengerikan yang dilihatnya ini. “Aku bukan Risa, aku Rika. Hihihihihi ...” Tawa seramnya kembali terdengar. “R-Rika, kau sudah meninggal, pergilah ke duniamu, Nak. Jangan melakukan kejahatan lagi. Kenapa kau tega merasuki tubuh saudara kembarmu dan membunuh kedua kakakmu?” Dengan berurai air mata, Erika mencoba berkomunikasi dengan putrinya.

