Sebuah rumah mewah dengan pondasi dominan terbuat dari kayu, berdiri kokoh di depan mataku. Kulihat mobil Flinn sudah terparkir indah di depan rumah ini, menandakan bahwa memang rumah inilah yang menyimpan misteri mengerikan yang harus kami tangani kali ini. Aku melangkahkan kakiku mengikuti Roy yang sudah berjalan di depanku memasuki rumah mewah itu. seorang wanita paruh baya yang kuperkirakan berusia lebih dari setengah abad menyambut kami dengan ramah. Dia mempersilakan kami masuk dan terlihatlah sosok Flinn yang sudah duduk dengan santainya di salahsatu sofa di ruang tamu. Dia menatap kami sekilas dan dengan cepat kembali memalingkan wajahnya. “Kalian lama sekali.” katanya ketus. “Maaf, maaf, tapi itu sudah jelas kan, kecepatan mini busku mana sanggup menyaingi kecepatan Bugatti

