Sepulang dari makan malam nya bersama putu, wirda tidak bisa menutup mata nya di dalam kamar nya. Jam dinding sudah berdenting 12 kali tapi mata nya masih belum juga bisa terpejam, masih terngiang-ngiang ucapan putu tadi tentang syahadat dan mengelilingi api suci. Yaa Allah, kuat kan lah hati ku. Tidak mungkin karena rasa cinta, aku harus korban kan perasaan mama dan keluarga ku. Jangan lah sampai itu terjadi yaa Allah, jaga hati ku agar tidak menyakiti hati orang-orang yang ku sayangi.
Dari kejauhan terdengar lolongan anjing yang menembus kegelapan malam, ku hembuskan napas ku dengan kencang. Yaa Rabb ku sayangi aku, perlahan ku pejam kan mata dan akhir nya aku pun tertidur.
" wirda..wirda,.." terdengar suara mama mengetuk pintu kamar ku.
Astagfirullah, jam berapa ini. Ku lihat jam di dinding pukul 05.30.
Aku langsung melompat dari tempat tidur ku dan membuka pintu kamar.
" iya ma ?"
" sudah subuh nak ?"
" belum ma, wirda ketiduran !"
" cepat gih wudhu, tak bagus anak gadis bangun kesiangan, apa lagi molor subuh nya ."
" iya ma !" Langsung ku berlari menuju kamar mandi untuk berwudhu dan sholat subuh.
" wirda, mama hari ini mau ke runah nenek, adek-adek mu sudah berangkat ke sekolah, kamu mau ikut ndak ke rumah nenek ?" Tanya mama.
" wirda di rumah aja yach ma ! Semalam susah tidur, endak tahu kenapa ? Jadi siang nanti wirda mau lanjutkan tidur ma, ndak apa kan ma ?" Kata wirda sambil menyuap kan nasi goreng ke mulut nya.
" ndak apa, ehh, kamu itu masih muda jadi jangan terlalu banyak berpikir nak ! Nanti cepat tua ." Kata mama sambil tersenyum.
" mikirkan apa nak ?"
" ndak mikir kan apa-apa ma, cuma ndak bisa tidur aja ?"
" hfff, jangan mikir kan soal kuliah nak, jangan mikir kan juga soal cowok. Kamu kasih terlalu muda, jalan masih terbentang panjang. Isi kepala mu dengan impian yang indah-indah saja, impian itu bisa jadi kenyataan kalau di jadi kan ikhtiar dan berdoa nak ." Kata mama sambil bangun dari duduk nya dan menuju ke dalam kamar.
" mama pergi dulu, jangan lupa di kunci pintu nya ."
" iya ma !" Kata ku sambil beranjak dari tempat duduk dan mengantar mama ke depan menunggu angkot.
" hati-hati ma !"
" iya nak, Assalammualaikum ."
" Waalaikumsallam ."
Kriingg..kriingg..telphone rumah ku berdering.
" hallo !!"
" hallo, pagi yank,.." sapa putu dari seberang.
" pagi mas, lagi dimana ?"
" di kantor, lagi di ruangan ku !"
" ohhh, semangat kerja nya mas !"
" aku hari ini ndak semangat untuk kerja, " jawab nya lesu.
" koo gitu sich, ada apa mas ?"
" semalam aku kepikiran kamu terus wir ."
" ndak usah terlalu banyak mikir mas, semua sudah di atur oleh yang maha kuasa, tinggal kita menjalani nya saja !" Kata ku menyemangati nya.
" lagian apa yang mas pikir kan tentang aku semalam, sampe ndak bisa tidur ?" Tanya ku lagi.
" aku mikir kan masa depan ku dan masa depan mu kelak wir, mikir kan apa yang harus kita jalani, apa yang harus kita lakukan dan masih banyak lagi yang menjadi pikiran ku, sampai aku ndak bisa tidur !"
" mas, jangan mikir kan yang terlalu banyak mas, kan sudah ku bilang semalam..untuk saat ini, biar kita jalani saja dulu seperti ini, hari esok nanti biar Yang Maha Esa yang akan menentukan nya mas. Mas kerja dulu sekarang, cari uang yang banyak buat orang tua dan adek-adek mu di sana ! Jangan terlalu banyak mikirin aku loh, nanti kalau terlalu mikirin aku, takut nya pas lihat ibu ketua nanti mas nyangka nya aku, kan bisa berabe..hahaha.."
" hahaha.., kamu bisa aja yank !! yach udah aku kerja dulu yach yank, doain aku yach !"
" siap mas !! Byee.."
" byee..luv u.." sambungan telphone pun di mati kan.
Selesai beres-beres rumah, mandi, aku pun membaring kan badan sambil membaca novel dan akhir nya aku pun tertidur lagi.
" wirda..wirda.." sayup..sayup..terdengar suara putu memanggil ku,
" kamu di mana mas ?" Teriak ku memanggil nya, ku lihat disekelilingi ku hanya ada hamparan rumput yang luas. Dikelilingi pohon-pohon hijau, tapi aku sendirian saja di sini, tidak ada orang sama sekali.
" wirda..wirda.." suara putu kembali memanggil ku.
" masss...kamu di mana ??" Teriak ku lagi sambil mulai berlari mencari asal suara nya.
" wirda..wirda..," suara putu bergema lagi.
" mas,..mas,..aku takut, kamu di manaaa..?? Jangan sembunyi mass,.." teriak ku sambil terus berlari mencari putu dan tiba-tiba, langkah ku henti kan karena di hadapan ku ada jurang yang terbentang begitu dalam nya.
" mass,..mass,.."
" kesini sayang,.." suara putu berasal dari seberang jurang, ku angkat kepala ku dan ku lihat putu berdiri di seberang sana sambil malambai kan tangan nya memanggil ku.
" bagaimana bisa aku kesana mas..??" Teriak ku bertanya kepada nya, namun putu hanya berdiri dan terus melambai kan tangan nya saja kepada ku.
" terlalu dalam jurang nya mas, aku ndak bisa lompat kesana, kalau aku paksa kan, nanti aku bisa jatuh mass..??" Teriakan pertanyaan ku hanya di jawab putu dengan lambaian tangan nya saja, melihat nya hanya melambai tangan nya saja aku pun mulai mengambil keputusan untuk melompat ke tempat nya berada, perlahan-lahan aku pun mulai mundur dan berancang-ancang untuk melompat ke seberang untuk menemui putu dan aduuuhhh tangan ku ada yang menarik dari belakang dengan keras nya sampai aku jatuh terlentang.
" wir, wirda..?? Kamu mimpi yach ?" Suara mama memanggil ku, ku buka mata ku dan ku lihat mama yang sudah duduk di samping ku.
" lohh, mama kok sudah pulang ?" Tanya ku heran.
" kamu itu, ini sudah jam berapa nak! Dari tadi mama bel tapi ndak di bukain pintu nya, untung mama bawa kunci belakang. Maka nya kalau tidur baca doa, biar ndak mimpi buruk !" Kata mama sambil keluar kamar.
Astagfirullah !! Mimpi rupanya aku. Ku pegang wajah ku,
Jam berapa ini, ku lihat di dinding pukul 14.00 siang.