1. dapat salam
Siang itu setelah menyelesaikan semua administrasi dan mengambil berkas-berkas ijazah nya di SMU 1 wirda dengan riang melangkahkan kakinya ke sebuah warung bakso yang letaknya tidak jauh dari sekolah nya, hari ini wirda sudah berjanji dengan teman-temannya untuk berkumpul di warung bakso solo tersebut. Rencana nya mereka akan melanjutkan pembicaraan mengenai acara perpisahan SMU nya yang akan mereka adakan disebuah hotel milik teman nya Solihin.
Dengan langkah pelan wirda memasuki warung bakso tersebut dan mencari tempat disudut yang banyak tersedia bangkunya untuk pertemuan nanti dengan teman-teman nya. Gadis manis tersebut duduk sendiri sambil menunggu kedatangan teman-temannya, diliriknya jam yang melingkar di pergelangan tangan nya janjinya jam 10 tapi ini sudah lewat.
" mbak, bakso 1 pake mie kuning aja yach jangan pake tahu, es teh nya 1 juga ?" Seru wirda.
" iya mbak ." Sahut pelayannya.
Wirda duduk menunggu sambil berpikir, apa yang harus dilakukan nya setelah selesai tamat SMU ini. Rasa hati nya sangat ingin untuk melanjutkan kuliah seperti teman-teman nya tapi kayaknya tidak mungkin terjadi, dia hanya seorang anak yatim dengan 5 bersaudara dan semuanya masih bersekolah sedangkan mama nya hanya lah seorang ibu rumah tangga biasa yang hanya mengandalkan pensiun dari ayah nya yang sudah tiada dan bagaimana pun juga Adik-adik nya juga masih membutuh kan biaya untuk bersekolah dan dapur di rumah nya juģa harus terus mengepul.
" huufff ." Hembus napasnya kencang.
" wir, sudah lama yach?" Sapa oiz mengejutķan lamunannya, di tolehnya sebentar oiz yang baru datang sambil mengaduk bakso nya yang baru di antarin.
" 20 menit lah !" Jawab nya pelan.
" ehhh, kamu dapat salam lohh ?? Cieee..cieee.." goda si oiz sambil duduk di samping wirda.
" mbak, pesan bakso 1 sama teh es 1 juga yach !" Teriak oiz.
" jangan pake teriak bisa ndak !" Tegur wirda sambil menepuk tangan oiz yang di jawab dengan kekehan dari nya.
" nona, ati, solihin, khalid belum pada datang yach ?"
" belum ."
" ehhh, pak pol yang nitip salam buat kamu ganteng loh ? Suit..suit..dinasnya di polres, orangnya berwibawa buangeett !" Kata oiz.
" ishh, kamu ini !" Kutepuk lagi tangan nya.
" beneran loh ! Suerr, tadi aku bertemu dengan nya pas mau kesini. Kata nya salam yach buat teman mu wirda, bilangin dari putu ."
" baksonya mbak !" Sapa si pelayan yang sudah datang membawa bakso pesanan oiz dan meletakkan nya di hadapan oiz.
" iya, makasih mbak. Mari kita makan !" Seru oiz lagi.
" wir, pak pol nya dari bali. Kenal ndak kamu ?"
" endak !"
" lemah banget jawab nya, lagi sakit apa wir ?" Tanya oiz sambil terus menikmati baksonya.
" endak. Lagi malas ngomong aja !" Sahut wirda.
" hai..hai girl ! Lama nunggunya ?" Seru solihin yang baru datang bersama ati, nona, dan khalid.
" bangett !!" Jawab oiz.
" pesan sendiri gih, kami sudah pesan ." Ujar oiz.
" yoi, semuanya bakso kan ?" Tanya solihin kepada teman-teman nya.
" apa aja dech, yang penting makan titik ." Sahut khalid sambil mengambil posisi duduk dihadapan wirda.
" jadi gimana nich, acara kita nanti? Mau ndak lu pinjamin aula hotel lu buat kita ngadain acara nya ?" Tanya oiz ke solihin yang sudah duduk di samping nona.
" jadi dong, pokok nya nanti mc nya tetep wirda terus nanti nya akan ada permainan-permainan nya juga dan acara puncak nya kayak biasa kita rame-rame dansa dan berjoget yuhuuuuh ."
" ok dong, berarti sudah sip aja yach ? Acara nya di hotel solihin dan jam mulai nya lepas sholat isya aja ." Kata wirda.
" aku ikut aja, yang penting di adainnya dalam minggu-minggu ini. soal nya minggu depan aku dan ati sudah berangkat untuk tes masuk universitas negeri !"
" kalau aku kuliahnya di malang, minggu depan juga sudah berangkat. Kalau kamu wir ?" Tanya khalid sambil menatap wirda yang terus menunduk.
" kayak nya aku kursus dulu dech di tahun ini, InsyaAllah tahun depan baru masuk kuliah ."
" apa pun itu, kita doakan saja semoga semua cita-cita dan harapan kita semua terkabulkan. Aamiin. Jadi sudah fix yach semua nya, acara nya di adain sabtu malam minggu. Entar lampu-lampu disko nya aku yang urusin ." Kata solihin.
" woke !! Makan minum nya bagemana ?" Tanya ati.
" gampang, semua nanti ku atur !" Sahut solihin lagi.
" berarti sudah beres yach ! Tinggal kita sebarkan undangan nya, nanti aku sama wirda yang antarin !" Kata oiz sambil menyenggol lengan witda.
" ok ." Jawab wirda sambil berdiri.
" mau kemana ?" Tanya oiz lagi melihat ke arah wirda yang sudah berdiri.
" karena semua sudah beres, jadi aku mau pulang dulu. Ngantuk ! Bye semua nya ." Kata wirda sambil melambaikan tangan ke teman-teman nya.
" bakso nya entar aku yang bayarin semua nya !" Teriak solihin.
" makasih, byee !" Seru wirda sambil menyetopkan sebuah angkot yang kebetulan lewat di depan warung bakso solo tersebut dan menaiki nya.