Sore ini aku sudah berjanji lagi dengan oiz dan teman-teman yang lain untuk berkumpul lagi di rumah nya nona, masih akan membahas tentang acara perpisahan sekolah kami. Setelah berpakaian rapi, ku lihat wajah ku sepintas di cermin.
" cantik !" Bisik hati ku sendiri.
Dengan rambut panjang, mata bola, hidung bangir, bibir tipis dan kulit yang kuning. Ku akui banyak cowok yang berlomba untuk menjadi pacar ku, setelah ku rasa penampilan ku sudah sempurna aku pun berpamitan dengan mama yang lagi duduk santai di dekat dapur.
" wirda keluar sebentar ma, ada janji dengan oiz mau ke rumah nya nona ." Pamit ku sambil mencium tangan mama.
" iya, tapi pulang nya jangan kemalaman yach !" Ujar mama sambil menatap ku.
" iya ma ! Assalammualaikum ."
" waalaikumsallam. Hati-hati di jalan yach wirda ?" Kata mama.
" iya ma !" Sahut ku sambil melangkah kan kaki ke depan.
" kak, ada yang cariin !" Seru noni adek ku dari arah teras depan.
" siapa non ?" Teriak ku sambil mengarah kan kaki ke depan. Jangan-jangan salah satu teman ku ada yang datang menjemput ku tapi sesampai nya di depan, aku berdiri tertegun melihat seorang pria tegap yang sedang berdiri memakai kemeja dan celana jins sambil menatap ke arah ku, gaya khas seorang polisi !
Laki-laki ini sering ku lihat, tapi aku tak tahu nama nya. Karena di daerah ku ini banyak polisi yang berasal dari luar daerah mulai yang berasal dari bali maupun dari daerah jawa. Aku tertegun memandangi wajah nya yang tetap tenang sambil terus menatap ku, wajah nya tampan dan sangat berwibawa seperti yang di katakan oleh oiz.
" wirda yach ?" Tanya nya sambil menyodor kan tangan nya untuk menyalami ku, aku pun secara refleks menyambut uluran tangan nya.
" iya !" Jawab ku.
" aku putu ." Kata nya sambil tersenyum.
" oh iya, silahkan duduk !" Kata ku berbasa-basi, sambil melirik ke arah noni yang tetap berdiri memandangi kami dari tadi.
" non, sini kenalan juga. Ini adek ku noni nama nya !" Ucap ku sambil memberi isyarat kepada noni supaya mendekat.
" saya sudah kenal, kan sering bertemu di lapangan waktu olah raga !" Ujar putu sambil tersenyum.
" ohhhh..."
" kakak aja yang baru bertemu dengan beli putu, kalau noni mah sering soalnya kan teman noni juga abang nya polisi kak ! Kan noni sering main ke rumah nya ." Sahut noni sambil tetsenyum.
" mau keluar yach ?" Tanya putu yang masih terus memandangi ku.
" iya, ada janji dengan teman-teman !" Jawab ku.
" kalau begitu, saya juga ndak lama-lama disini. Tadi kebetulan memang niat nya mau kesini berjumpa dengan wirda tapi karena wirda nya ada urusan jadi saya juga pamit pulang. Besok-besok saya bisa mampir kesini lagi ." Kata putu.
" atau sekalian saya antarin ke rumah teman nya ?" Lanjut putu menawar kan tumpangan nya.
" bagaimana yach ?" Sahut ku sambil melirik ke arah noni yang masih berdiri memandangi kami dari tadi.
" pergi sama beli putu aja kak, biar cepat !" Ujar noni sambil mengedip kan sebelah mata nya ke arah ku. Apaan anak satu ini, bisik hati ku. Malu-maluin aja.
" hmmmm.." desis ku ragu.
" ayok saya antarkan ! Tenang aja saya ndak makan orang kok ." Kata putu sambil memandangi mata ku. Deggg, jantung ku yang serasa mau melompat keluat melihat nya. Tatapan mata nya itu, sekali lagi benar kata si oiz berwibawa banget tanpa senyuman.
" baik lah, ayoo !! Non, kakak pergi dulu dulu yach ? Assalammualaikum ."
" waalaikumsallam, lurus-lurus yach jalan nya ? Jangan belok-belok !" Goda si noni yang membuat wajah ku sudah memerah seperti kepiting rebus.
Awas, kamu non bisik hati ku ! Kalau pulang nanti, akan ku ketok kepala mu pake sandal ini karena sudah berani menggoda ku di depan orang yang baru ku kenal. Rasain kamu nanti nya, geram ku dalam hati sendiri.
" sudah wir ?" Tanya putu di saat aku sudah duduk manis di boncengan belakang motor nya
" sudah !" Jawab ku pelan dan perlahan putu pun melaju kan motor nya ke arah rumah teman ku.
Sepanjang perjalanan kami hanya berdiam diri, hanya jantung ku yang masih berdetak dengan kencang nya. Duhh !! Apa arti nya ini, apa aku sudah jatuh cinta pada perjumpaan pertama ini. Rasa yang muncul tanpa bisa ku tahan, jujur aku mengakui putu sangat dewasa berbeda dengan mantan cowok ku yang rata-rata seumuran dengan ku bahkan terkadang kakak kelas ku.
Tapi putu mungkin jauh berbeda usia nya dengan ku yang saat ini baru berusia 17 tahun, takseran ku putu sudah berusia 26 atau 27 tahun berarti beda usia kami antara 9 dan 10 tahun tapi ini lah sosok yang ku cari selama ini. Seseorang yang bisa mengayomi diri ku yang masih bersifat sangat kekanakan ini, putu juga ganteng dan sangat berwibawa pembawaan nya. Yaa Tuhan ! Aku sudah hanyut dengan pesona putu.