Akhir nya hari sabtu pun tiba, ku kena kan rok dan baju berlengan pendek, ku poles kan lipstick ke bibir ku, rambut ku yang panjang ku biar kan tergerai dan menahan nya dengan bando yang selaras dengan warna baju atasan ku. Setelah puas melihat hasil dandanan ku, aku pun berpamitan dan langsung ke tempat acara berlangsung di hotel milik ayah nya solihin. Sesampai nya di sana, semua sohib ku sudah pada berkumpul. Lampu-lampu disko sudah berkedip-kedip dengan sempurna dan dari sound nya sudah di putar lagu Gina T yang berjudul Sail over seven seas yang mengalun dengan merdu nya.
" hai cantik, sudah datang yach ?" Sapa kris kepada ku.
" halo juga, tentu dong kris ! Kan aku juga panitia nya, jadi harus awal kan datang nya ." Kata ku sambil tersenyum.
" duuhh wirda, sudah kayak bidadari aja ! Pacar siapa sich ini ?" Sapa si paul.
" hai juga paul, kamu bisa aja ." Sahut ku sambil mengedar kan pandangan ke seluruh ruangan.
Satu per satu teman-teman kami juga sudah mulai berdatangan dan tidak sampai sejam ruangan pun sudah full dengan semua undangan. Aku pun melangkah kan kaki ke arah solihin yang sedang mengutak-ngatik mic nya, mengecek kesiapan mic nya yang akan ku pakai karena sebentar lagi acara juga akan di mulai.
" sudah siap wir ?" Tanya solihin kepada ku.
" siap dong friend !" Jawab ku sambil mengacung kan jempol.
" ok wir, lets go !!" Solihin memberi aba-aba kepada ku.
" tes..tes..good night semua nya !!" Sapa ku membesarkan suara sambil mengacung kan tangan memberi tanda kepada semua nya kalau acara perpisahan akan di mulai.
" ok..onçe again !! Semua nya sudah siap untuk party malam ini ??" Teriak ku.
" yeeeeaaaaaa !!" Teriak mereka semua.
" malam ini, malam perpisahan kita karena beberapa hari lagi semua nya sudah pergi merantau untuk melanjut kan pendidikan nya. Sedih sudah pasti di hati, karena 3 tahun kita selalu bersama dan kini kita semua akan berpisah. Are you ready too reach for a better future ??" Teriak ku lagi.
" yeeeeaaa..readyyyy..!!" Sahut mereka serentak.
" ok, bersenang-senang lah malam ini..have fun tonight..ready to macarena song !!" Pekik ku lagi.
" readyyy..!!" Serempak teriakan semakin panas.
" ok, ladys and gentleman dalam hitungan ketiga ayo berdisko..one..two..three.." terdengar lah lagu macarena memecahkan ruangan aula the beach hotel.
Kami semua pun mulai bergoyang dengan riang nya, entah berapa lagu yang sudah berganti dan malam pun sudah semakin larut tapi suasana masih tetap semangat. Mulai dari lagu dansa dan disko sudah berganti belasan kali, semua kami sangat merasa happy sekali di malam ini. Keringat sudah membanjiri tubuh kami tapi belum ada yang berhenti karena cape.
Semua nya masih merasa semangat untuk terus bergoyang termasuk aku, nona, oiz, ati dan yang lain nya.
" ambil makan yukk ! Lapar ." Ujar oiz.
" ayoo !! Aku pun haus . " kata ku sambil berjalan bersama oiz ke arah meja yang menyedia kan makanan dan minuman lengkap.
" wir, kamu sudah balas belum salam dari pak pol mu ?" Tanya oiz sambil asyik mengunyah makanan yang sudah di ambil nya.
" orang sudah kopi delta ko !" Sahut ku.
" màsa ? Kapan ?" Tanya oiz sambil membulat kan mata nya yang sipit.
" 3 hari yang lalu, dia ke rumah ku !"
" wooww, kerenn !! Terus sudah jadian ?"
" jadian apa ? Orang hanya kenalan aja ko !"
" masa sich ? Terus yang salam itu bagaimana ?"
" yach waalaikumsallam lah. Kan tinggal bilang kek gitu apa sich susah nya ."
" maksud ku bukan begitu honey, kamu terima ndak pak pol mu itu jadi pacar mu ?"
" ishh, apaan sich kamu ! Orang ndak ada ngomong apa-apa koo, tahu !!"
" masa ??"
" wirda, please arah angka sembilan cepetan !!" Seru oiz tiba-tiba. Kumat nich anak kata hati ku, sambil ikut mengalih kan pandañgan ke arah yang di bilang sama si oiz dan di situ lah putu berdiri sambil menatap ku dengan tatapan nya yang tajam.
" ohh my god !!" Bisik oiz di kuping ku.
Dunia ku sementara terasa berhenti, aku terpaku dengan tatapan mata putu yang begitu tajam nya sampai sanggup menggetar kan jantung ku yang sudah berdegup dengan kencang nya. Dengan langkah nya yang tegap dan gagah putu berjalan ke arah kami berdiri dan aku terpaku tak bergeming.
" wirda !!" Panggil nya pelan dan berdiri menjulang di hadapan ku.
" iya !"
" sudah larut, waktu nya untuk pulang ." Kata putu tegas.
Ohh Tuhan ku, kata-kata nya hanya sedikit saja tapi hati ku sangat bergetar mendengar nya. Oiz mana, helpp !! Ini gila wirda, apakah aku seorang wirda sudah benar-benar masuk di dalam pesona nya seorang putu ?? Padahal dia belum mengatakan I Luv U kepada ku.