Malam ini, aku sudah berdandan cantik dan sedang menunggu kedatangan putu. Siang tadi putu menelphone ku dan mengajak ku untuk makan di luar, tak lama berselang terdengar bunyi suara motor putu berhenti di halaman depan rumah ku.
Dengan cepat aku bangun dari duduk ku dan membuka pintu dèpan, ku lihat putu sedang memarkir kan motor nya di halaman tapi baju yang di kenakan nya masih lengkap bèrpakaian dinas.
" malam wir !" Sapa putu sambil berjalan ke arah ku.
" malam mas !" Aku masih ganjil memanggil nya dengan sebutan beli, kalau panggilan mas atau abang kan sudah umum di dengar dalam keseharian.
" sorry yach ! Aku masih pakai baju dinas, tadi ada sedikit urusan yang harus di kerjakan. Ini baru selesai, langsung aku kesini menemui mu dulu, takut nya kamu sudah nunggu kelamaan sekalian mau ijin pulang ke asrama buat bersih-bersih badan baru aku kesini lagi menjemput mu !"
" pulang lah mas, ganti baju mu dulu ! Aku tunggu di sini ."
" ok, makasih yach ! Aku pamit sebentar ." Ucap putu sambil berlalu.
" siapa wir ?" Tanya mama yang baru selesai melaksanakan sholat isya.
" mas putu ma ! Mau ajak wirda keluar makan, mama mau pesan apa ?"
" mama sudah kenyang nak ! ohhh..putu teman mu yang polisi itu yach ? Itu teman atau pacar nak ?" Ucap mama menyelidiki.
" teman ma !"
" orang mana nak ?"
" bali ma !"
" yang baik-baik yach dalam berteman nak ! supaya tidak saling menyakiti di ujung nya ." Kata mama menasehati ku.
" iya ma ! Wirda paham ."
" syukur lah nak !" Kata mama sambil masuk kembali ke dalam kamar.
Malam ini hanya tinggal aku dan mama saja, sedangkan adek-adek ku dari sore tadi sudah pergi bermain ke rumah sepupu ku. 30 menit aku menunggu, tidak lama kemudian putu sudah kembali untuk menjemput ku dengan rambut nya yang masih basah, putu tersenyum ke arah ku.
" mama mana wir ?" Tanya nya.
" ada di kamar, entar yach aku panggil !"
" ma, ada mas putu !" Panggil ku sambil mengetuk pintu kamar mama, tak lama mama pun keluar masih dengan memakai mukena nya.
" ma !" Sapa putu sambil menyalami mama.
" Iya nak !"
" saya putu, ijin bawa wirda keluar ma ? Mau cari makan !"
" ohh..boleh, pergi lah nak !"
" mama, ada pesan apa ? Nanti saya bungkusin sekalian." Tanya putu.
" kebetulan mama sudah makan tadi, jadi ndak usah di bungkusin apa-apa yach nak !"
" baik lah ma, kami ijin dulu yach !"
" iya nak ! Hati-hati di jalan yach !"
" ma, wirda pamit sebentar yach ! Assalammualaikum !" Kata ku sambil mencium tangan mama.
" waalaikumsallam nak !"
Kami pun berboncengan menuju tempat makan yang berada di pesisir pantai, sepanjang perjalanan kami hanya berdiam diri saja. Sambil memandangi suasana di malam hari yang ramai dan penuh jalan raya dengan orang-orang yang berlalu lalang pergi sesuai dengan tujuan nya masing-masing, ada yang berjalan sendirian, ada yang berpasangan dan bahkan ada yang berjalan bersama keluarga nya.
Sampai di tujuan aku pun turun dari motor dan berdiri menunggu putu yang sedang memarkir kan motor nya.
" ayoo !" Ucap putu sambil meraih tangan ku, keringat dingin langsung keluar dari badan ku. Duhh gusti, d**a ini kembali lagi bergetar !!
Putu memilih tempat yang lebih dekat ke pantai, tak lama kemudian pelayan pun datang mencatat pesanan kami. Kami memesan sea food dan 2 gelas es jeruk dan mineral water. Aku duduk diam sambil memandangi pantai yang berada tepat di hadapan ku.
" wir !" Panggil putu menyebut nama ku, aku pun langsung berbalik menatap nya.
" iya !"
" kamu sudah selesai kan bersekolah ?" Tanya nya sambil menatap kedua mata ku dan aku pun menunduk malu.
" iya mas !" Jawab ku pelan.
" kamu pingin nya lanjut kuliah atau apa ?" Tanya nya lagi masih tetap memandangi ku, aku yang merasa malu dengan tatapan nya dengan cepat melihat ke depan.
" entah lah mas, lihat aja nanti !"
" jujur yach ! Aku senang, kamu tidak langsung pergi kuliah karena itu berarti aku punya kesempatan untuk dekat dengan mu !"
" aku sering melihat mu dari jauh, kalau kamu berjalan-jalan dengan teman-teman mu di lapangam mini. Hanya kamu aja yang ndak merhatikan aku !"
" kan aku belum kenal dengan mu mas ?"
" iya, aku juga waktu itu belum kenal dengan mu ! Tapi sejak bertemu terus dengan mu tanpa sengaja, aku mulai sering perhatikan setiap gerak-gerik mu dan setiap kali aku memandang mu selalu ada rasa yang muncul di dalam hati ku ." Putu menghembuskan nafas nya sebentar sambil terus memandangi ku.
" aku sendiri juga tidak tahu rasa apa yang timbul, aku di sini sudah 2 tahun sejak kamu kelas 2 SMU dan sewaktu di sini aku tidak pernah menjalin hubungan dengan siapa pun juga. Tapi sejak aku bertemu dengan mu dan sering memandang mu dari jauh, aku merasa aku suka pada mu wir !" Whatt !! Dia sudah lama sering melihat ku. Masa iya, setampan ini ndak ada yang mencoba deketin. Masa nyimpan rasa untuk ABG kayak aku seorang wirda, bulshit dach kata dalam hati ku tapi kalau memandangi wajah putu yang selalu serius rasa nya aku separoh percaya dengan ucapan nya ini.
" aku suka bertanya dengan teman-teman ku tentang kamu ? Kata nya kamu sudah punya pacar si A terus putus y ?" Tanya nya pada ku, aku tetap diam menunduk malu karena dia tahu banyak tentang ku.
" hingga akhir nya aku pun menitip kan salam buat mu dan berani kan diri untuk ke rumah mu, aku mau menjalin hubungan serius dengan mu wirda !" Kata nya tegas.
" aku sudah menyukai mu sejak lama ! Aku mencintai mu wirda ."