Sejak malam pengungkapan cinta dari putu kepada wirda, hari-hari mereka sekarang pun kini semakin berwarna. Satu per satu teman-teman nya wirda sudah pergi meninggal kannya untuk melanjut kan kuliah mereka, wirda merasa kedekatan nya dengan putu terasa berbeda dengan pacar-pacar nya yang lain. Putu lebih dewasa dan sangat mengayomi, memperlakukan nya juga dengan sangat sopan dan baik.
Setiap hari putu selalu mampir ke rumah nya hanya untuk sekedar membawa coklat atau buah tangan yang lain nya. Hingga suatu hari mama nya bertanya kepada wirda :
" nak, kamu serius dengan putu ?" Tanya mama serius.
" mama kok tiba-tiba nanya kayak gitu ma ?" Wirda balik bertanya kepada mama nya.
" soal nya mama lihat, hubungan mu kali ini tidak seperti dengan yang lain nya. Mama lihat kamu begitu menyukai putu nak !"
" memang nya ada yang salah ma ? Kalau wirda menyukai putu. Putu sangat baik dan juga wirda sudah bukan anak SMU làgi, walaupun usia wirda baru 17 tahun tapi sudah bisa di kategori kan dewasa kan ma ? Mama kenapa tiba-tiba bertanya demikian ma ?" Tanya ku sambil mengerutkan kening dan menatap langsung ke mata mama.
" putu memang laki-laki yang baik nak ! Mama juga yakin itu, dia sangat sopan dan santun tapi nak di antara kalian ada jurang perbedaan sayang. Mama tidak mau sampai kamu terluka ." Kata mama sambil membelai rambut ku.
" wirda juga tahu ma ! Tapi untuk sekarang ini biar lah kami berjalan dengan alami nya, wirda juga tahu semua batasan-batasan nya ma. Percaya lah dengan wirda, biar lah takdir yang akan menentukan bagaimana kelanjutan hubungan kami. Wirda juga masih muda ko ma! Jalan wirda masih panjang terbentang ke depan tapi untuk saat ini, ijin kan lah wirda untuk dekat dengan putu ma ." Aku memberikan penjelasan kepada mama.
" iya nak, mama juga percaya kepada mu ! Kamu sudah besar dan sudah bisa mengambil keputusan ." Kata mama sambil membawa ku ke dalam dekapan nya.
Putu laki-laki yang sangat baik dàn sangat melindungi ku, dia juga benar-benar dengan tulus menyayangi ku. Hari-hari kami selalu di isi dengan kebersamaan kami yang begitu indah nya, di waktu senggang nya kami sering berlibur ke pantai atau pun sekedar berjalan-jalan melihat keindahan alam. Karena di kota kecil ku ini tidak banyak menyedia kan hiburan, jadi kami berdua sering mengisi waktu dengan banyak mengobrol tentang apa saja di teras depan rumah ku.
" wirda, walau apa pun yang terjadi ! Mau kah kamu tetap berdiri di samping ku dan tetap setia menemani ku ." Ucap putu di suatu malam sambil menggenggam tangan ku dan mengecup nya.
" memang nya apa yang akan terjadi mas ? Apa kah kamu memiliki suatu rencana mas ? Atau apa kah kamu tahu apa yang akan terjadi nanti tentang kita mas ?" Tanya ku sambil mencoba menyelami mata nya.
" aku mencintai mu wirda !" Kata putu lagi sambil mendekap ku tapi tidak menjawab pertanyaan ku.
" kenapa kamu bisa mencintai ku mas ? Aku masih remaja, pemikiran ku belum dewasa, aku masih ABG sedang kan di luaran sana masih banyak perempuan cantik yang pemikiran nya lebih dewasa dari pada ku. Kamu tampan mas, apa lagi kamu seorang angkatan ! Tidak mungkin ada yang menolak mu kalau kamu mengungkap kan cinta mu kepada mereka ?" Tanya ku lagi sambil mengangkat kepala ku dari dekapan d**a nya.
" kamu tahu apa tentang cinta wirda ? Aku bukan seorang laki-laki yang gampang untuk jatuh cinta, aku juga tidak tahu dengan hati ku ini tapi yang ku tahu aku terus memikir kan mu sejak melihat wajah mu yang tersenyum manis di lapangan mini. Sejak saat itu hati ku terus berdetak, nama mu sudah aku simpan di dalam nya. Berapa tahun aku di sini, tidak ada nama yang ku ukir di hati ku ! Hanya tetap nama mu seorang, walau pun aku tahu kamu memiliki seorang pacar tapi rasa ku pada mu masih tidak berubah. Sampai akhir nya aku diberi kesempatan untuk bertemu langsung dengan mu, berbicara dengan mu, mengenal keluarga mu secara langsung, menatap wajah manis mu secara dekat dan rasa ini semakin menggelora. Aku mencintai mu wirda alamsyah ! Jangan pernah sekali pun meragu kan cinta ku dan ada satu yang ku pinta kepada mu sayang, kamu juga bisa mencintai ku seperti aku mencintai mu ." Kata putu sambil mengecup mesra kening ku dan semakin membawa ku ke dalam dekapan mesra nya.
" duuhh !! Yang lagi jatuh cinta, serasa dunia hanya milik berdua..suit..suit.." sapa noni yang tiba-tiba sudah berada di hadapan kami, entah kapan dia pulang aku pun tidak menyadari nya.
Dengan muka yang bersemu merah ku lepas kan wajah ku dari dalam dekapan putu.
" kalau di lihat pak rt, bisa langsung di nikah kan malam ini juga loh kak !" Ejek noni lagi sambil tertawa.
" ayoo ! Siapa takut ." Kata putu sambil mengedip kan sebelah mata nya ke arah ku.
" husss !! Aku masih 17 tahun. Belum berangan-angan untuk menikah !" Ku tepuk pundak nya.
" lah, terus aku gimana ? Masa harus nunggu lama sich yank ?" Ucap putu sambil menepuk jidat nya yang di sambut dengan tertawaan aku dan noni.
" jodoh tak kan lari kemana beli putu, tenang aja !" Sahut noni sambil berlari masuk ke dalam rumah, aku dan putu hanya tersenyum sambil saling memandangi.