•So Far So Good•

1551 Words

Mereka berdua melangkah masuk mengikuti Jagi. Sama dengan bagian luar, bagian dalam rumah pun berdebu, berbau apak khas rumah kosong. Meskipun perabotan mewah yang tertinggal masih lengkap di tempatnya masing-masing, tetap saja tidak memperhangat suasana rumah yang terlanjur terasa horror. Jagi duduk di sofa hijau emerald gelap yang muat untuk tiga orang. “Dia mendatangiku beberapa hari yang lalu sebelum menghilang dari kota ini dan bertanya apakah ada cara untuknya masuk ke tubuh manusia tanpa membuat raganya mati. Aku pun mengatakannya.” Enma duduk di depan Jagi. “Kenapa? Apa yang dia berikan padamu sebagai ganti pengetahuan yang kau berikan untuknya?” Jagi tersenyum lebar. “Dia janji membawamu padaku nanti.” Enma tak terlihat merasa terintimidasi oleh itu. “Kau mau membedah tubuh ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD