•Vim and Vigor•

1620 Words

Hiroto menatap Jagi agak ngeri. “Jagi-san?” Jagi mengerjap. “Kalau kau tidak keberatan, mau ikut bersama?” tutur laki-laki itu yang tak menatap langsung ke mata lawan bicaranya. “Chiyo-senpai pasti ingin pergi melawan juga.” Wanita iblis itu masih mengerjap. Suaranya memang berbeda ... tapi kenapa aku membayangkan kalau Enma-sama yang tersipu-sipu begitu? ‘Aku juga mau pergi!’ kata Chiyo di dalam. Jagi memikirkannya matang-matang. “Baiklah, tapi aku yang akan pergi melawan. Bukan Chiyo. Aku ingin bergerak langsung di pertempuran,” tuturnya tersenyum jahat. Baru mereka hendak keluar dari ruangan Axel, tiba-tiba mereka berdua menegang merasakan hawa keberadaan yang kuat di atas. Tak memberi kesempatan, beberapa mobil jatuh dan menghancurkan bagian tengah markas. Majin menatap kerusakan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD