Kembali ke Rama dan juga Sera, terlihat Sera hampir selesai membuat kopi untuk Rama. Ia terlihat sedang memikirkan sesuatu. “Darimana aku mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat?” Sera bertanya-tanya di dalam hatinya. “Apa yang harus aku lakukan Tuhan, Ayah harus segera dioperasi,” batin Sera lagi. Tak lagi memikirkan hal itu, ia melanjutkan perkerjaanya. Bisa-bisa Rama marah jika ia terlalu lama di dapur. “Ini kopi untukmu,” ucap Sera memberikan kopi kepada Rama. “Hmm,” balas Rama, sambil melihat komputernya, terlihat ia sedang mengetik sesuatu. “Ini, dokumennya sudah kuperiksa, perbaiki sesuai saran,” ucap Rama menyodorkan dokumen ke arah Sera. “Baiklah,” balas Sera, dengan nada lesu. Rama pun menyadari perubahan raut wajah Sera, tadi Sera sangat bersemangat. Nam

