72. Satu Malam Sebelum Badai

760 Words

Malam semakin larut, namun Dominic tak kunjung mengizinkan Aveline kembali ke kamar. Setelah sesi fitting oleh gaun-gaun indah itu, ia membawa Aveline ke balkon aula yang menghadap langsung ke teluk Portofino. Angin laut menerpa lembut rambut pirang panjang Aveline yang dibiarkan terurai. Gaun terakhir yang ia kenakan masih menempel dengan sempurna di tubuhnya. Dominic berdiri di sampingnya, dengan jaket jasnya kini terlipat di lengannya. Hanya kemeja putih yang membungkus tubuh atletisnya, kancing teratas terbuka, dan lengan digulung hingga siku. Wajahnya tampak lebih tenang dibandingkan hari-hari sebelumnya. “Apa kamu tahu,” ujar Aveline pelan dengan suara yang nyaris tersapu angin. “Aku tak pernah membayangkan akan berada di tempat seindah ini, mengenakan gaun seperti ini, dan...

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD