Pagi itu, matahari Portofino belum sepenuhnya naik, namun langit sudah mulai menghangat dengan semburat jingga keemasan. Aveline membuka mata di atas ranjang king-size yang luas, mendapati lengannya terentang ke samping. Namun Dominic tak ada di sisinya, sama seperti pagi kemarin. Ia mengerjap pelan. Kamar itu masih sunyi, dan hanya desau angin dari balkon terbuka yang membelai tirai tipis. Gaun pengantin yang semalam ia kenakan telah tersampir rapi di kursi dekat cermin. Dan meski segala sesuatu tampak tenang secara kasat mata… dadanya terasa berat. Ada firasat. Ada sesuatu yang tidak biasa. Ia bangkit dari tempat tidur dengan masih mengenakan kimono satin lembut berwarna abu muda yang dipakaikan oleh Dominic semalam di tubuhnya, setelah sesi bercinta mereka yanh penuh gelora.

