70. Kamu Bukan Pengganti

880 Words

Aveline berdiri di depan cermin besar di dalam kamar. Tubuhnya yang berlekuk indah itu kini mengenakan gaun tipis sutra yang baru saja diberikan Dominic. Gaun berwarna biru muda lembut seperti warna bola matanya, dengan bordiran halus seperti ombak yang menyentuh pantai. Namun sorotnya di cermin tampak jauh, seperti sedang berbicara dengan dirinya sendiri. Pikirannya belum benar-benar lepas dari kenyataan yang baru ia temukan. Tentang Serena, tentang jantung itu, dan tentang Dominic. Lalu tiba-tiba Dominic muncul di belakangnya. Ia tidak bersuara, hanya berdiri cukup dekat hingga Aveline bisa merasakan napasnya yang hangat di tengkuk lehernya. “Aku tahu kamu masih ragu,” bisik Dominic, suaranya rendah dan dalam. “Kamu masih bertanya-tanya... apakah kamu hanya bayangan dari masa lal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD