Bab 52

1507 Words

"Tumben kamu tidak bisa dihubungi, Mas? Biasanya kamu tidak pernah mematikan ponsel. Selalu memberikan kabar jika pulang terlambat. Aku khawatir terjadi hal buruk padamu kalau seperti ini caranya," gerutu Arin, mendudukkan bokongnya di tepi ranjang. Meskipun Fachri memeluk dan membujuknya, Arin tetap ingin penjelasan apa yang membuat Fachri pulang terlambat. Tanpa ada kabar sama sekali seperti tadi. "Ehhmm … aku menyelesaikan masalah dan pekerjaan di kantor. Dan maaf, aku tidak mengabarimu karena memang tidak ada waktu sama sekali. Aku ingin fokus pada pekerjaan agar besok di kampus ada setumpuk pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan," keluh Fachri. Duduk di samping Arin menggunakan pahanya sebagai bantal. Mata Fachri terpejam. "Via mana?" tanyanya. Saat tatapannya tidak bisa menem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD