Tidak dapat dihubungi adalah hal yang mustahil bagi Fachri. Karena ia pasti selalu memberikan kabar jika pulang terlambat agar Arin tidak khawatir dengan keadaannya. Tapi, hari ini tidak ada satupun kabar yang dikirimkan Fachri padanya. Bahkan nomor ponselnya sama sekali tidak bisa dihubungi. Arin yang menunggu kepulangan Fachri tentu saja sangat khawatir menanti tanpa kabar seperti sekarang. Ia berdiri di ruang tamu. Berjalan hilir mudik dengan ponsel di tangannya. Menanti Fachri yang tak kunjung pulang padahal jam telah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Istri mana yang tidak khawatir dengan keadaan suaminya di luar sana. Terlebih lagi tidak ada nomor yang bisa dihubungi untuk menanyakan keberadaan Fachri. Ingin bertanya kepada ibu mertuanya, tapi Arin enggan melakukan itu. Ia

