Bab 48

1157 Words

"Kak, maaf. Kejadian tadi aku berjanji tidak akan pernah mengulang lagi. Aku juga ingin meminta maaf karena kelepasan bicara dan membuatmu tersinggung." Belum sempat Arin mendudukkan bokongnya di meja makan, Aisya sudah meminta maaf menggunakan kata-kata yang menurutnya tidak masuk akal. Bisa-bisanya dengan santai meminta maaf tanpa ingat apa yang telah dilakukannya tadi. Seakan Aisya benar-benar tidak tahu kalau di kamar ada Fachri. Seakan tidak terjadi apa-apa, padahal tadi terang-terangan Aisya menyudutkannya di depan Fachri. Kalau benar Via adalah anak kandung Fachri, tidak tahu apa yang akan terjadi dengan rumah tangganya. "Maaf saja tidak cukup. Aku juga tidak butuh itu. Yang aku inginkan kamu itu bersikap biasa saja dan tolong hargai peraturan di rumah ini. Meskipun kamu adala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD