[14]

1848 Words
Gerhard memejamkan matanya, sejujurnya pria itu ketakutan dengan apa yang akan terjadi tapi lebih gilanya lagi ia bahkan keluar dari Styx tanpa pengetahuan apapun tentang Aul. Aul memang sudah menjadi cerita umum bagi rakyat Solandis, itupun karena setiap manusia yang bertemu dengan Aul tak akan pernah selamat. Namun Gerhard merasa dirinya berbeda. Dengan pengalamannya saat dulu yang pernah berteman dengan serigala dan bahkan menghabiskan malamnya di tengah hutan, Gerhard pun dengan percaya diri turun dan berusaha ingin menjinakan para Aul. Tak hanya itu, Gerhard berharap para Aul akan segera pergi meninggalkannya dan membuka jalan untuk Styx hingga para warga Solandis yang hendak ke Kota Adarlan bisa terus melanjutkan perjalanan. "Hei cepat kembali ke dalam! Kau ingin menjadi santapan para Aul, hah?!" pekik salah seorang pria yang berada di dalam Styx dan meminta Gerhard untuk kembali ke dalam. Terlambat, tak ada waktu bagi Gerhard untuk kembali. Jika pun ia masuk ke dalam, pasti para Aul akan mengejarnya dan orang - orang yang di dalam Styx sudah pasti akan menjadi santapan para Aul. Meski mata Gerhard tertutup rapat, Gerhard bisa merasakan kawanan Aul yang mendekat ke arahnya dengan ringisan di setiap hembusan napasnya. Gerhard hanya tetap berdiri tak berani menatap. Bagi seluruh orang yang ada di dalam Styx, apa yang dilakukannya adalah hal yang gila. Terlebih Gerhard baru saja melihat seorang pria yang menjadi korban atas keganasan Aul. Selama ini Gerhard hanya mendengar cerita tentang Aul, dan ini pertama kali bagi Gerhard berhadapan dengan para Aul. Walau saat kecil Gerhard memang pernah berkawan dengan serigala dan Aul merupakan salah satu bangsa serigala yang memiliki tubuh 4x lipat dari serigala normal, namun pikiran gila Gerhard justru membawa pria itu berdiri di depan para Aul tanpa pengaman dan keahlian apapun. Jangankan keahlian, pengalaman pun tak ada. Yang ada di pikiran Gerhard saat ini hanyalah, ia tak akan tahu hasilnya jika tak mencoba. Dalam hati, Gerhard hanya berharap kawanan Aul itu akan segera menyingkir dari hadapan Styx dan Styx yang ia tumpangi bisa pergi melewati hutan tanpa ada lagi yang terluka. "Gerhard!" pekik suara wanita paruh baya yang terdengar masuk menusuk telinga Gerhard. Gerhard yakin betul itu adalah suara Morana. Bruk ! Tepat setelah nama Gerhard dipanggil, tubuh Gerhard yang semula berdiri di depan Styx langsung terlempar dengan sesuatu yang Gerhard yakini adalah salah satu Aul yang menabrak tubuhnya. Tubuh Gerhard terpental hingga ke belakang Styx dan menjauhi Styx yang ia tumpangi. Mata Gerhard perlahan terbuka seolah ingin mengetahui apa yang baru saja terjadi padanya. Meski rasa takut dalam hatinya membuat tubuhnya gemetar, pikirannya yang gila terus berpikir jika para Aul bisa diajak untuk berteman dan Gerhard bisa meminta kawanan Aul untuk menyingkir dan berhenti mengganggu Styx yang ingin melintas. Suara gemuruh dari langit terdengar menggema, orang - orang yang ada di dalam Styx semakin ketakutan. Terlebih beberapa dari mereka turut khawatir pada keadaan Gerhard yang berada di luar Styx dan dikerumuni oleh kawanan Aul. Para kawanan Aul membentuk lingkaran mengitari tubuh Gerhard. Hewan buas itu menatap lapar ke arah Gerhard sembari menggertakan gigi taring mereka. Gerhard susah payah menehan air liurnya. "Kumohon, aku tak bermaksud menyakiti kalian, aku hanya ingin memohon agar kalian menyingkir dari jalanan agar Styx yang aku tumpangi bisa melintas. Aku tak bermaksud apapun," ujar Gerhard kepada para kawanan Aul yang terus mengitari tubuhnya. Percuma saja, Gerhard menyadari jika para Aul tak mengerti ucapannya. Mereka hanyalah hewan buas yang tak mengerti bahasa manusia. Jangankan bahasa manusia, perasaan manusia pun mungkin mereka tak akan tahu. Gerhard pun teringat pada apa yang ia lakukan sewaktu kecil. Lalu pria itu mencoba mengulurkan tangannya seolah ingin berkenalan dengan para Aul lebih dekat. "Ggggrrr!" salah satu Aul terdengar menggeram dan menatap ke arah Gerhard. Srek ! "Aaakkhhh!" pekik Gerhard saat tiba - tiba saja tangan yang ia ulurkan tadi digigit hingga kulitnya robek. Darah segar berwarna merah menetes dan mengotori pakaian seragam Lorillis yang berwarna putih yang sedang ia kenakan saat ini. Gerhard meringis kesakitan. "Apa pendekatanku sia - sia? Padahal aku hanya ingin meminta mereka pergi dan tidak mengganggu. Apa nasibku akan sama seperti pria itu?" gumam Gerhard di dalam hatinya sembari melirik ke arah pria yang keluar lebih dulu darinya dan sudah tak lagi bernyawa dengan tubuh yang tergelatak begitu saja di tepi jalanan. Bahkan pakaian yang dipakai oleh pria itu sudah tak berbentuk. Goresan dan bekas cakaran memenuhi tubuh pria itu. Wajahnya sudah tak lagi dapat dikenali. Salah satu Aul mendekat ke arah Gerhard dengan geramannya dalam setiap hembusan napas yang dikeluarkan. Karena terlalu dekat, Gerhard bisa merasakan hawa dingin yang keluar dari hidung hewan itu. Gerhard pasrah, mungkin nasibnya hanya bisa sebatas ini. Dia tak menyalahkan kegilaannya atas percobaan bodohnya. Lagipula dia sudah tahu konsekuensinya, hanya saja ia bertekad tinggi. Gerhard menunduk, meminta maaf kepada dirinya sendiri dan kepada kedua orang tuanya atas kebodohannya. "Mungkin ini kali terakhir aku hidup. Maafkan aku, Ayah, Ibu," lirih Gerhard sambil menundukan kepalanya. Rasa sakit pada tangannya kian menjadi, Gerhard meringis kesakitan namun tak bisa berbuat apapun. Yang ia bisa lakukan hanya diam dan menunggu waktu kematiannya yang sudah berada di depan mata. GGRRRHHH ! Gerhard mendengar suara geraman para Aul yang mengitari tubuhnya. Pria itu tak melawan sedikit pun, bahkan sedari awal Gerhard tak memiliki niat untuk melawan hewan yang ukurannya lebih besar darinya. Kini, Gerhard hanya bisa menahan sakit pada tangannya yang habis dicabik oleh salah satu Aul. "Menyingkir!" Tiba - tiba sebuah suara berat dengan bass yang menggema terdengar di telinga Gerhard. Beberapa saat setelah Gerhard mendengar suara itu, Gerhard mendongakkan kepalanya dan kawanan Aul yang semula mengitari tubuhnya membentuk lingkaran perlahan terbuka. Satu persatu Aul pergi dan datanglah sesosok Aul dengan tubuh yang 2 kali lebih besar dari yang lain. "Dia pasti pemimpinnya," gumam Gerhard dalam hati saat melihat seekor Aul dengan warna hitam legam, mata yang bersinar di tengah kegelapan langit. Beberapa saat kemudian Gerhard tersadar, jika suara yang ia dengar beberapa saat lalu bukan berasal dari sesosok manusia, melainkan sang pemimpin kawanan Aul. "Kalian menyakitinya? Bukankah aku hanya meminta untuk memeriksa Styx itu saja, tanpa melukai siapapun," tanya seekor Aul alpha itu kepada kawanannya. Lalu salah satu Aul yang menyakiti Gerhard tadi menunduk seolah mengakui kesalahannya. "Kami hanya berusaha melindungi kawanan kami. Mereka hanya bisa merendahkan tanpa pernah bercermin! Biar kami tunjukkan siapa yang terkuat!" ujar salah satu Aul yang berdiri di belakang Gerhard. Gerhard menoleh dan menatap ke arah Aul. Kini ia merasa gila karena bisa mendengar percakapan hewan - hewan itu. "Apa yang dia lakukan? Dia mengerti pembicaraan ini?" tanya seekor Aul betina yang menatap Gerhard dan menyadari jika Gerhard mendengar apa yang mereka bicarakan. Sang pemimpin Aul pun mendekat ke arah Gerhard, hewan itu tampak mendekati Gerhard lalu m******t tangan Gerhard yang terluka. Beberapa saat kemudian, luka di tangan Gerhard pulih. Darah berhenti mengalir dan bahkan kulitnya kembali tumbuh. Tangannya kembali normal seolah tak pernah ada luka di sana. "Seorang manusia baru saja terbunuh. Dia pantas mati atas keangkuhannya," ujar sang pemimpin Aul yang baru saja m******t tangan Gerhard. Air liur Aul adalah obat dari setiap luka yang diberikan oleh Aul itu sendiri. Bisa dibilang, Aul merupakan hewan lengkap yang bisa memberikan luka dan menyembuhkan luka itu sendiri. "Si - siapa kau? Kenapa aku bisa mendengar kalian berbicara?" tanya Gerhard yang kebingungan karena ia bisa mendengar pembicaraan para Aul. Seluruh Aul yang semula meringis dan menatap tajam ke arah Gerhard terdiam saat Gerhard mengucapkan hal tersebut. "Sudah kubilang, dia bukan pria biasa. Sejak kita menghadang benda itu, aku merasakan ada energi sihir yang tak biasa," ujar salah seekor Aul betina. "Kau bisa mengerti bahasa kami?" tanya pemimpin Aul kepada Gerhard. "Bi - bisa," jawab Gerhard. Gerhard berusaha mengingat, sepertinya saat ia masih kecil, ia tak yakin bisa berbicara dengan hewan. Apa mungkin karena Aul adalah hewan dengan kekuatan sihir yang membuat hewan itu bisa berbicara? Tapi Gerhard tak begitu yakin. Gerhard juga pernah bertemu hewan dengan kekuatan sihir lainnya seperti Phoenix yang tak bisa berbicara. Justru hewan itu membakar habis baju yang dipakai oleh Gerhard. "Astaga!" pekik Aul betina itu lagi. "Maevel, apa dia adalah manusia yang sempat dibicarakan lebih dari 20 tahun lalu? Aku dengar ada seorang anak lelaki lahir dengan kekuatan sihir, bahkan seluruh hewan sihir bisa merasakan keberadaannya yang tak biasa. Bahkan Phoenix menyebut jika manusia itu adalah seorang Noblesse tapi aku tak yakin," ujar salah seekor Aul dari balik Gerhard membuat Gerhard menoleh ke arah Aul itu. Gerhard masih kebingungan tak mengerti dengan apa yang terjadi. Aul bernama Maevel yang notabene adalah pemimpin kawanan Aul itu mendekat ke arah Gerhard lalu mengendus tubuh Gerhard, "Aku mencium aroma sihir dari tubuhnya tapi lebih dominan aroma manusia." "Apa kalian sekarang akan memakanku?" tanya Gerhard. Seekor Aul betina pun tertawa mendengar ucapan Gerhard, "Memakanmu? Kami ini hanya memakan domba dan rusa! Jangan gila!" "Benar yang diucapkan oleh Eris, kami tak memakan manusia. Dan mengenai manusia yang baru saja mati itu, dia memang sepantasnya mati, kami membenci manusia angkuh! Jika dia mati, sudah menjadi nasibnya," sahut Aul lain bernama Selmor yang sedari tadi berdiri di belakangnya. Maevel berjalan mendekati Gerhard, "Bangunlah. Maafkan para kawananku yang berbuat kasar padamu," ujar Maevel. Gerhard pun bangkit dari posisinya dan menatap para Aul yang juga sama kebingungan menatap ke arahnya. "Terima kasih. Sebenarnya aku tak bermaksud ingin bersikap angkuh atau melukai kalian. Aku hanya meminta menyingkir sebentar dari jalanan agar Styx yang ditumpangi oleh rakyat Solandis bisa melintas," ucap Gerhard. Gerhard melirik ke arah Styx berisikan orang - orang yang kini menatap ke arahnya dengan tatapan terkejut saat melihat Gerhard yang sudah dikerumuni oleh kawanan Aul nyatanya masih hidup dan tak menderita luka segorespun. "Sudah kuduga pria ini orang baik," sahut Eris. "Jadi, kita lepaskan saja dia?" sahut Selmor. Maevel mendekati Selmor, "Kita hanya memeriksa kendaraan itu. Karena terlanjur 1 manusia sudah mati, apa boleh buat. Sekarang lebih baik kita lepaskan, lagi pula langit sepertinya akan turun hujan, ini waktu yang bagus untuk berburu," ujar Maevel. Selmor hanya menganggukan kepalanya. "Terima kasih, semoga kalian mendapatkan tangkapan yang bagus," ucap Gerhard terbata - bata. Sejujurnya Gerhard masih panik karena bisa mengerti bahasa hewan - hewan itu. Setelah merasa kematian berada diujung tanduk, kini Gerhard sepertinya mengakui jika dirinya benar - benar gila karena mengerti bahasa Aul. Gerhard kembali masuk ke dalam Styx dan langsung disambut oleh orang - orang. Maevel, Eris dan Selmor bisa melihat betapa Gerhard dikhawatirkan oleh para orang - orang di dalam Styx. Sang pengemudi kembali ke posisi semula dan Styx pun berjalan meninggalkan hutan. Maevel menjadi pusat perhatian kawanan Aul yang lain dan langsung diserbu dengan berbagai pertanyaan dari Aul yang lain. "Kau yakin dia manusia biasa?" tanya Selmor. Maevel m******t mulutnya dengan lidah yang ia gunakan untuk m******t luka Gerhard barusan, "Tidak. Aku bisa merasakan kekuatan dalam darahnya. Kita akan segera tahu," gumam Maevel. Seluruh kawanan Aul hanya menatap ke arah kepergian Styx. Tak berapa lama kemudian hujan pun mengguyur Lacoste dan membuat jalanan yang semula kering perlahan basah dengan air hujan yang menimbulkan bau asa. Para kawanan Aul yang semula berada di jalan kembali masuk ke dalam hutan. Tepat di tepi jalan hanya menyisakan bekas darah Gerhard dan juga jenazah seorang pria angkuh yang terbunuh oleh kawanan Aul yang murka dengan sifatnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD