Lidya hanya terdiam kala Alden sibuk dengan rekan rekan bisnis nya. Gadis yang sibuk menepuk p****t Aspen yang sudah tertidur pulas di gendongan nya. Lydia benar benar tampak seperti istri. Aspen sekarang. Gadis itu sengaja Alden bawa karena Aspen tak mau jauh jauh dari nya dan juga Lidya. Sungguh membingungkan bukan. Aspen terlihat tak ingin jauh dari sang ayah dan ibu. Lidya hanya diam kala beberapa rekan bisnis Alden menatap nya, atau mungkin menatap Aspen di gendongan nya. Karena Lidya juga sudah biasa di bicarakan, jadi gadis itu bodo amat dan tak perduli. "Sudah?" tanya Lidya kala Alden berjalan ke arah nya. "Kau mau aku membicarakan bisnis sampai kapan? dini hari?" Lidya berdecak. "Kau tinggal jawab sudah atau belom, kenapa malah jawab panjang lebar" decak Lidya. "Ya kau

