Hujan

817 Words

Lidya termenung menatap deras nya hujan dari jendela kamar. Gadis itu bahkan membuka jendela dan membiarkana angin dingin menabrak wajah nya. Sembari menyangga kepala nya dengan tangan kanan, Lidya sesekali mengeluarkan tangan kiri nya menyentuh air hujan. Padahal jam dinding sudah menunjukkan pukul 11 malam, tapi gadis berkacama itu masih membuka mata nya lebar lebar. "Belum tidur?" Lidya terlonjak kala Alden tiba tiba bersuara, lebih kaget lagi kala menemukan Alden sudah berdiri tepat di belakang nya dengan gaya andalan nya bersedekap. "Kau bisa tidak berhenti mengangetkan ku!? jantung ku hanya satu!" kesal Lidya sembari mengelus d**a nya. "Tidak" sahut Alden membuat Lidya berdesis. Lalu tiba tiba kedua nya terdiam, hanya ada suara gemericik hujan deras. "Ngga dingin?" Lidya meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD