Chef Handal

1077 Words
Seperti biasa, Alden membawa Aspen bekerja bersama nya. Awal awal memang kewalahan, Aspen selalu merengek dan juga ketika Alden menyuapi nya, bocah itu selalu menolak. Membuat Alden merasa sangat stress dan depresi. "Ganteng nya Papa disini dulu ya?" Alden meletakkan Aspen di sebuah baby walker lalu mengeluarkan dua botol kecil s**u dan juga satu wadah berisi makanan Aspen yang Lydia buat sendiri dengan resep yang dilihat dari internet. Alden tau, karena Alden yang bertanya pada Lydia bagaimana bisa gadis itu membuatkan makanan pendamping asi untuk Aspen, padahal Lydia hanya seorang mahasiswi yang belom pernah hamil. Alden mengamati sebentar wadah bekal milik Aspen itu lalu terkekeh. "Sangat pintar" kagum Alden, sebelum sebelum nya Alden juga pernah memiliki pengasuh bayi dan hanya bertahan beberapa hari saja. Karena Aspen tidak mau, dan pengasuh itu sangat tidak sabaran. Juga tidak kreatif seperti Lydia. Seperti nya Aspen benar benar tau mana yang baik dan mana yang buruk. Memikirkan itu membuat Alden terkekeh sembari menggeleng kan kepala nya. "Apa ini?" Alden mengernyitkan dahi nya kala menemukan sesuatu di bawah tas bekal yang di bawa nya. "Punya siapa?" tanya Alden kala menemukan satu kotak makan bekal dewasa. "Dasar" ucap Alden setelah membaca kertas yang ditempelkan di bawah wadah bekal itu. 'aku tau kau tidak akan mau ku bawakan bekal, jadi aku inisiatif membuat kan nya untukmu. terserah mau kau apakan' ucap tulisan yang pasti Lydia yang menulis nya. xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Lydia nampak berdecak malas kala lagi lagi dia harus di hadapkan dengan beberapa mahasiswi yang penasaran dengan siapa Alden dan Aspen. Siapa mereka? kenapa begitu penasaran dengan hidup Lydia. "Ayo dong Ly cerita, kita kan teman" Lydia berdecih dalam hati, sejak kapan dia memiliki teman disini. "Aku tidak punya teman disini" ucap Lydia lalu melangkah pergi daru gadis yang memakai jaket yang sama dengan nya, jaket universitas berwarna navy. Masih ada satu mata kuliah lagi, tapi mood Lydia benar benar hancur karena banyak orang yang bertanya pada nya siapa Alden dan Aspen. Apa hubungan mereka. Paling menyebalkan adalah menyuruh Lydia menyomblang kan mereka dengan Alden. Cih, dasar pemandang fisik. Mereka meminta di jodohkan dengan Alden pasti karena Alden tampan. Lydia tidak memuji pria itu, tapi itu fakta nya. Dan juga pasti karena Alden menunggangi Honda jazz, coba saja jika kemarin Alden menjemput Lydia dengan mobil bak terbuka. Pasti kampus tidak akan heboh dan cewe cewe tidak akan meminta Lydia untuk menyomblang kan nya pada Alden. Dasar tipe cewe jaman sekarang. Lydia berhenti melangkah kala hp nya bergetar, gadis itu langsung menepi dan duduk di kursi yang ada di lorong. Ada pesan dari Alden. xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx "Pak, ada seseorang yang ingin bertemu bapak" ucap sekretaris Alden. Alden yang tengah kewalahan karena Aspen terus merengek berdecak. "Siapa? aku tidak memiliki janji dengan siapa siapa" ucap Alden. "Nama nya Lydia pak" ucap sekretaris Alden, membuat pria yang tengah menggendong Aspen itu berbalik menatap sang sekretaris. "Mama!" teriak Aspen kala melihat Lydia tengah berdiri di depan ruangan misionaris. Alden lalu menurunkan Aspen yang memberontak ingin turun dari gendongan. Buru buru balita itu berlari terpontang panting menuju Lydia. "Hampir saja!" seru Lydia kala berhasil meraih Aspen yang hampir saja terjerembab jatuh ke lantai. "Kau disini?" tanya Alden. "Kau bilang kuliah sampai sore" "Ya, tapi kau bilang Aspen tidak bisa berhenti nangis. Aku khawatir, jadi aku memilih kesini" "Kau gila ya? bagaimana dengan kuliah mu? lagian aku hanya bertanya bagaimana cara kau menenangkan Aspen tempo hari" "Sudah lah tak apa, aku sudah titip absen" "Pintar" ucap Alden. "Kau sudah makan siang?" Lydia menggeleng kan kepala nya. "Nanti saja, aku hanya makan pagi dan malam. Tidak pernah makan siang" "Kau gila ya? kau tidak tau aturan makan tiga kali sehari?" Lydia berdecak. "Kenapa kau heboh sekali, lagi pula aku tetap hidup sampai hari ini. Itu tanda nya tidak ada masalah" "Selama kau bersama ku, mulai hari ini harus makan siang" Lydia menatap sinis ke arah Alden. "Aku tidak mau, itu urusanku" "Urusanku. Aku tidak mau kau sakit karena tidak makan siang lalu kau tidak bisa menjaga Aspen. Dan aku juga tidak mau menjaga mu" Lydia berdecih membuat Alden mendelik, berani sekali gadis itu berdecih pada nya. "Aku tidak selemah itu Pak. Aku juga tidak ingin kau jaga" ucap Lydia. Alden memejamkan mata nya lalu menghela napas panjang. Memang gadis di depan nya itu sangat berbeda dengan gadis gadis yang dia temui selama ini. Kebanyakan gadis yang dia temui nya akan menatap Alden kagum, cari perhatian, bahkan menampilkan senyum paling manis. Lydia? gadis itu malah berani berdecih, berbicara santai, bahkan penampilan awul awulan di depan Alden. "Jangan bandingkan aku dengan wanita wanita gila yang menyukai mu" tiba tiba Lydia bersuara memuat Alden sedikit tergelak. "Siapa yang melakukan itu? kasian wanita wanita itu dibandingkan dengan mu" ucap Alden membuat Lydia mendengus xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx "Dia tampan" ucap Lydia yang memandangi paras Aspen yang tengah tertidur pulas di paha nya. Sesekali mengelus pipi dan hidung balita mungil itu. "Tentu saja, aku saja tampan" sahut Alden membuat Lydia melirik ke arah pria yang tengah berkutat dengan laptop di depan nya itu. Dia padahal berkata lirih, bagaimana bisa pria itu mendengar nya. Mereka tengah berada di sebuah restoran. Makan siang sekaligus menemani Alden sibuk dengan urusan nya. "Kau ingin pesan makanan lagi?" Lydia melotot. "Kau gila ya? kau kira lambung ku muat untuk tiga porsi?" kesal Lydia. "Kau yang gila, berani berani nya mengatakan bos mu gila" "Aku tidak pernah menganggap kau bos ku. Kau sendiri yang mengemis memintaku menjadi pengasuh mu" ucap Lydia sombong membuat Alden mendengus, namun itu lah kenyataan nya xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx JANGAN LUPA IKUTI I*STAGRAM @SUCIDIANN__ DAN WAT**AD DEE @QUEENAADEE (QUEENDEE) DOAKAN DEE YA BISA MENJADI PENULIS TERKENAL SUATU SAAT NANTI. AAMIIN AAMIIN. TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA CERITA DEE. MAAF JIKA TIDAK SESUAI EKSPETASI KALIAN. DANK U ALL SUKSES SELALU
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD