"bagaimana malam pertamamu dengan istri pertamamu mas?" tanya bella tanpa menatap vian "kamu cemburu hm?" vian meletakkan kepalanya diantara bahu dan ceruk leher bella "sudah aku katakan mas, aku tidak mau berbagi dengannya. Sekarang aku mau kamu memilih mas, pilih aku atau dia?" tanyanya lantang. Beberapa saat vian masih asyik dalam diamnya “jangan diam mas, katakan pilih aku atau dia?” nadanya sengaja bella tinggikan biar sekalian hulya mendengar. “aku tidak bisa bella, itu sulit. Aku sama-sama menyayangi kalian” vian berjalan menuju ranjang meninggalkan bella yang tetap berdiri di balkon “kalau kamu tidak memilih, berarti kamu memang menginginkan aku mati mas” ancam bella “Mati… mati… mati… selalu kata itu yang kamu jadikan umpan agar aku menuruti semua permintaan kamu. Kematia

