Vian menyingkirkan tangan bella yang melingkar diperutnya. setelah memastikan bella sudah terlelap, dengan hampir tidak bersuara vian beranjak dari tempat tidur. Tok tok tok… Siempuhnya pintu kamar yang vian ketuk, sedang menggeliat memastikan pendengarannya. Tok tok tok… “igfirly” hulya mngecek benda pipih miliknya yang menunjukkan 00.30 “siapa yang mengetuk pintu ditengah malam gini ya?” hulya nampak gelisah “janga-jangan itu maling” hulya bergidik ngeri “tapi masak iya maling sesopan itu pakek ketuk pintu segala? Biasanya kan punya alat buat bobol pintu atau kalau enggak kan bisa dobrak tu pintu” hulya sedang bermain dalam pikirannya Tok tok tok… Mendengar pintu kamarnya diketuk kembali, hulya langsung sembunyi dibawah selimut tebalnya. Perlahan dia mencoba mengintip dibalik

