Zidane segera mengenakan pakaiannya kembali, ia lalu duduk di kursi ruang tamu dengan tangan menopang kepalanya. Sial, entah apa yang terjadi pada dirinya. Ia merasa ada orang lain yang terus memerintah tubuhnya untuk melakukan sesuatu. Ada yang salah dengan kepalanya. Zidane merogoh senjata di belakang celananya. Ia memutar-mutar senjata itu, menimbang apa perlu ia menembakkan senjata ini di kepalanya agar pergumulan dengan dirinya sendiri berhenti? Zidane menatap sekeliling. Rumah ini tidak ada yang istimewa. Kenapa ia harus membawa wanita itu ke rumah ini? Pandangannya terhenti ke sebuah karpet, ada sesuatu yang menonjol diantara lantai yang rata. Ia segera berdiri dan menarik karpet itu, Zidane tertegun saat melihat ada gagang pintu di hadapannya. Ia lalu membukanya dan terpampan

