Sepanjang perjalanan menuju mansion Anna, Zian yang kini duduk di samping kemudi karena pikirannya yang tidak fokus untuk menyetir menyuruh Peter yang mengambil alih kemudi. Zian tidak habis pikir apa yang terjadi pada Zidane, dalam waktu sekejab ia bisa berubah dan menjadi kasar seperti itu. Memang dulu Zidane bersikap seperti itu, dingin dan kasar. Namun akhir-akhir ini setelah mengenal Zihan, Zidane menjadi pribadi yang lebih hangat. Mungkin karena Zihan adalah gadis kecil yang dulu sering bermain dengannya dan bersama ibunya. Zidane kembali menemukan hangatnya kekeluargaan melalui Zihan. Zidane yang selama bergabung dengan Z.I.A seolah hidup tanpa perasaan. Ia tertawa bila diperlukan, ia marah bila diperlukan. Ia melakukan apa pun yang diperintahkan oleh Zian. Seolah tubuhnya hanyalah

