Siang hari itu terasa panjang di dalam suite mewah. Setelah rapat usai, Aidan kembali fokus pada laptopnya di sofa, sementara Anisa kembali ke ranjang, beristirahat sesuai perintah. Tiba-tiba, ponsel Anisa yang tergeletak di nakas berdering. Nomor yang tertera di layar adalah nomor baru yang tidak ia kenal, hanya rangkaian angka asing. Anisa segera mengambilnya. Aidan yang sedang fokus bekerja, langsung menoleh saat mendengar nada suara Anisa yang tiba-tiba berubah—terdengar tegang dan sedikit rapuh. "Halo? Siapa ini?" tanya Anisa pelan, berusaha menjaga suaranya tetap normal. "Anisa? Ini aku, Marvel." Mendengar nama itu, Anisa langsung membeku. Tubuhnya menegang, dan tangannya gemetar. "Kenapa kamu meneleponku dengan nomor baru?" bisik Anisa, suaranya tercekat dan sangat renda

