Aidan terus memijat kepala Anisa hingga rasa pusing Anisa mereda dan Anisa tertidur pulas karena efek kelelahan dan obat. Aidan memastikan Anisa terselimuti dengan baik, lalu ia meninggalkan ranjang dan kembali ke sofa. Aidan masih tetap bekerja seperti itu di sofa, membaca laporan dan membalas email, tetapi matanya tidak bisa lepas dari Anisa. Di tengah pekerjaannya, kekhawatiran Aidan kembali menyeruak. Aidan malah khawatir karena wajah Anisa masih saja pucat. Ia tahu, ini bukan hanya sekadar demam biasa; ini adalah efek dari penyakit tipus yang ia derita. Penyakit ini membutuhkan istirahat total dan pemulihan yang lambat. (Batin Aidan): Tipus. Penyakit yang mudah kambuh jika stres. Aku memaksanya bekerja keras, dan ia menyembunyikan sakitnya. Ini salahku. Aidan memutuskan untuk

