Malam harinya, Anisa terbangun dari tidurnya yang panjang. Ketika ia membuka mata, ia tidak menemukan Anita di sisinya. Pandangannya beralih ke sofa, dan ia mendapati Aidan, suaminya, duduk di sana. "Mas Aidan," panggil Anisa pelan, suaranya masih serak. Anisa langsung memposisikan dirinya untuk duduk karena dia merasa tidak enak jika harus rebahan di depan suaminya. Anisa duduk sambil kedua tangannya membenarkan jilbab instan yang saat ini dia pakai. Anisa memang belum pernah yang namanya memperlihatkan rambutnya di depan suaminya karena mereka tidak tinggal bersama dan hubungan mereka bukan selayaknya suami istri. "Di mana Anita?" tanya Anisa. Aidan menatap Anisa dengan ekspresi dingin. "Sudah kusuruh pulang. Tugasnya sudah selesai. Dia harus ke kantor besok." "Oh," jawab Ani

